ALSHOBARALSHOBAR

Pondasi: Journal of Applied Science EngineeringPondasi: Journal of Applied Science Engineering

Pondasi bore pile merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang umum digunakan pada struktur jembatan dan elevated main road untuk menyalurkan beban besar ke lapisan tanah pendukung. Namun, perbedaan pendekatan analisis sering menimbulkan variasi hasil perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas daya dukung pondasi bore pile dan menganalisis penurunan menggunakan metode empiris Reese – Wright dan metode numerik melalui program Plaxis 3D pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – New Yogyakarta International Airport Kulon Progo, khususnya pada struktur Elevated Main Road Pier 34 Selatan (P34S) STA 43 016. Data yang digunakan meliputi uji SPT pada titik bor BH-15A dan hasil uji laboratorium sebagai input parameter Plaxis. Hasil perhitungan manual pada kedalaman 27 m menghasilkan kapasitas daya dukung ijin pada tiang tunggal (Qall) sebesar 737,88 ton dengan rincian tahanan ujung (Qp) sebesar 482,645 ton tahanan gesek selimut (Qs) sebesar 1.730,98 ton serta kapasitas pada tiang kelompok (Qg) sebesar 4.495,984 ton dengan efisiensi kelompok (Eg) sebesar 0,667. Analisis Plaxis 3D menghasilkan Qall pada tiang tunggal sebesar 354,33 ton dan kapasitas pada tiang kelompok (Qg) sebesar 3.189,00 ton. Meskipun terdapat perbedaan yang signifikan di antara kedua metode, kedua metode tersebut menyimpulkan pondasi aman karena kapasitas daya dukung kelompok lebih besar dari beban rencana 1.029,49 ton. Penurunan maksimum dar Plaxis 3D sebesar 1,63 cm dan perhitungan manual sebesar 2,06 cm pada tiang kelompok, keduanya masih di bawah batas izin SNI 8460:2017 yaitu 2,5 cm. Dengan demikian, pondasi bore pile dengan diameter 1,2 m dan kedalaman 27 m pada Pier 34 Selatan (P34S) STA 43 016 layak dan aman digunakan sebagai pondasi struktur Elevated Main Road.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut.Metode manual (Reese – Wright) menghasilkan kapasitas dukung ijin tiang tunggal (Qall) sebesar 737,88 ton dan kapasitas dukung kelompok (Qg) sebesar 4.Metode Plaxis 3D menghasilkan Qall sebesar 354,33 ton dan Qg sebesar 3.Kedua metode menghasilkan kesimpulan yang sama bahwa pondasi aman karena Qg > beban rencana (1.Penurunan maksimum dari metode manual sebesar 2,06 cm dan Plaxis 3D sebesar 1,63 cm.Kedua nilai tersebut masih berada di bawah batas penurunan izin SNI 8460.Perbedaan hasil daya dukung yang signifikan disebabkan oleh perbedaan pendekatan, asumsi, dan parameter input antara metode empiris (Reese – Wright) dan metode numerik (Plaxis 3D).Namun, perbedaan penurunan relatif kecil dan tidak mempengaruhi kesimpulan akhir.Pondasi bore pile dengan diameter 1,2 m dan kedalaman 27 m pada Pier 34 (P34S) STA 43 016 dinyatakan layak dan aman digunakan sebagai pondasi struktur Elevated Main Road berdasarkan kedua metode analisis.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis yang lebih komprehensif mengenai kinerja pondasi bore pile dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti perilaku tanah non-linier, analisis kapasitas lateral tiang, dan penggunaan metode analisis yang berbeda. Selain itu, studi kasus yang lebih beragam dapat membantu dalam memahami kinerja pondasi bore pile di berbagai kondisi tanah dan beban. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam perencanaan pondasi untuk proyek serupa.

Read online
File size355.86 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test