UNTANUNTAN

Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra IndonesiaJurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai etika lingkungan dalam kumpulan cerpen Anak Asli Asal Mappi karya Casper Aliandu dan merekomendasikan hasil penelitian sebagai media infografis apresiasi prosa bertema lingkungan SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian terdapat 9 prinsip etika lingkungan dalam kumpulan cerpen Anak Asli Asal Mappi karya Casper Aliandu meliputi; prinsip sikap hormat terhadap alam; prinsip prinsip tanggung jawab; prinsip solidaritas kosmis; prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam; prinsip no harm; prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam; prinsip keadilan; prinsip demokratis; dan prinsip integritas moral. Hasil penelitian kemudian direkomendasikan sebagai media infografis apresiasi prosa SMA.

Penelitian ini mengidentifikasi sembilan prinsip etika lingkungan dalam kumpulan cerpen Anak Asli Asal Mappi karya Casper Aliandu, meliputi hormat terhadap alam, tanggung jawab, solidaritas kosmis, kasih sayang dan kepedulian, no harm, hidup sederhana, keadilan, demokratis, dan integritas moral.Hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan media infografis berbasis etika lingkungan dari cerpen tersebut sebagai media ajar apresiasi prosa untuk siswa SMA kelas XI sesuai Kurikulum Merdeka.Diharapkan media infografis ini dapat memvariasikan pembelajaran sastra bertema lingkungan dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu etika lingkungan.

Melihat penelitian ini yang berhasil mengidentifikasi prinsip-prinsip etika lingkungan dalam cerpen dan merekomendasikannya sebagai media infografis, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi evaluasi terhadap media infografis apresiasi prosa bertema lingkungan yang telah direkomendasikan. Penelitian lanjutan dapat menguji seberapa efektif media tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA terhadap etika lingkungan dan apresiasi sastra dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Ini bisa dilakukan melalui penelitian tindakan kelas atau studi eksperimen di beberapa sekolah, untuk benar-benar mengukur dampak langsungnya pada kesadaran dan perilaku siswa. Kedua, mengingat kekayaan budaya lokal yang diangkat dalam cerpen, peneliti dapat menggali lebih dalam representasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Mappi yang berkaitan dengan lingkungan, tidak hanya dari sisi etika tetapi juga aspek sosio-antropologisnya. Pertanyaan penelitian bisa berfokus pada bagaimana kearifan lokal tersebut dapat diintegrasikan lebih lanjut dalam kurikulum pendidikan lingkungan. Ketiga, perluasan studi komparatif juga menawarkan potensi besar. Akan menarik untuk membandingkan prinsip etika lingkungan yang ditemukan dalam kumpulan cerpen Anak Asli Asal Mappi dengan karya sastra anak atau remaja lain dari daerah atau budaya berbeda di Indonesia. Perbandingan ini dapat mengungkap persamaan dan perbedaan dalam menghadapi isu lingkungan, serta bagaimana identitas lokal memengaruhi pandangan etis terhadap alam. Dengan demikian, kita bisa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran sastra dalam membentuk etika lingkungan di berbagai konteks.

Read online
File size749.07 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test