LP3MZHLP3MZH

BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan IslamBAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam

Desa Gading Wetan merupakan salah satu desa yang dikembangkan menjadi desa wisata dengan basis wisata alam. Desa ini memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai untuk dapat mengembangkan wisata alam. Untuk itu, program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian dilakukan untuk membantu masyarakat Gading Wetan dalam mendukung pengembangan wisata Kali Kembar dan mengatasi persoalan sosial ekonomi melalui pengembangan wisata alam. Pendekatan yang digunakan dalam program pemberdayaan ini adalah pendekatan model Asset Based Community Development (ABCD) yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada di sekitar dan dimiliki oleh komunitas masyarakat itu sendiri. Partisipan program adalah kelompok masyarakat yang tergabung ke dalam Kelompok BUMDes dan karang taruna. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa asset yang ada dalam pengembangan Desa Wisata yakni meliputi aset manusia, aset alam, dan aset ekonomi. Proses dalam pelaksanaan program tersebut terbagi menjadi 5 (lima) tahap, yakni Discovery (Pengkajian), Dream (Impian), Design (Prosedur), Define (Tujuan), dan Destiny (self determination). Proses pemberdayaan masyarakat membantu pengembangan wisata dari segi sarana dan prasarana wisata yang bertambah dan pengelolaan wisata oleh warga sekitar yang semakin baik sehingga terjadi penambahan jumlah pengunjung wisata sekaligus kesejahteraan ekonomi yang berlansung dengan stabil melalui kegiatan ekonomi yang terjadi di wisata Kalbar.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai potensi desa, bahwa Desa Gading Wetan mampu memaksimalkan potensi wisata yang ada, meskipun sebelumnya sudah banyak tempat wisata yang lebih dulu dikenal di sekitar Desa Gading Wetan.Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan Asset Based Community Development atau disebut dengan metode ABCD.Dengan adanya sarana pendukung seperti ayunan, tempat duduk, tempat sampah, dan pemandian akan lebih menarik wisatawan untuk berkunjung di Wisata Kali Kembar.Tujuan utama yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya peningkatan TS (Tourism Sector) dan ES (Economic Sector) akan terlaksana dengan baik lewat pemberdayaan masyarakat.Kelengkapan sarana pendukung jelas akan meningkatkan jumlah pengunjung di tempat wisata dan secara langsung juga akan meningkatkan pendapatan ekonomi tempat wisata.Pemberdayaan masyarakat dari banyaknya pengunjung di masyarakat dilakukan melalui komunitas desa dengan mengajak komunitas desa bekerja sama dalam pengelolaan dan pengembangan wisata Kali Kembar.Dengan keikutsertaan komunitas desa dalam rencana pengembangan aset wisata Kali Kembar maka pelaksanaan rencana pengembangan dapat dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

Untuk mengembangkan potensi wisata Kali Kembar dan meningkatkan daya tarik wisata, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai strategi pemasaran dan promosi wisata Kali Kembar. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan strategi promosi yang efektif untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak ekonomi dari pengembangan wisata Kali Kembar terhadap masyarakat sekitar. Dengan demikian, dapat diketahui kontribusi wisata ini terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, penelitian juga dapat difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata. Hal ini dapat mencakup pelatihan dan pendidikan bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengelola dan mengembangkan wisata Kali Kembar. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan dan kesuksesan pengembangan wisata Kali Kembar, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Desa Gading Wetan.

Read online
File size849.33 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test