UMKLAUMKLA

TRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanTRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan

Overcrowded atau kepadatan di bagian gawat darurat di instalasi Gawat darurat (IGD) adalah kondisi di mana tingginya jumlah kunjungan Pasien tidak sebanding dengan kapasitas serta kondisi sumber daya yang Tersedia di IGD. Overcrowded di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan permasalahan yang dapat memengaruhi kualitas dan ketepatan waktu pelayanan pasien. Salah satu indikator efektivitas pelayanan di IGD dapat dilihat dari Response Time perawat dalam memberikan penanganan awal pada kondisi gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan overcrowded dengan response time di IGD RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan desain analytic observational pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 65 perawat IGD dengan jumlah sampel 54 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran overcrowded menggunakan instrumen National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS), sedangkan response time diukur menggunakan stopwatch dan lembar observasi. Pengolahan data penelitian dilakukan melalui Analisis univariat dan bivariat dengan bantuan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian mayoritas kondisi overcrowded berada pada level 5 (sangat penuh sesak) sebesar 38,9%, dan mayoritas response time perawat dalam kategori cepat sebesar 59,3%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara overcrowded dengan response time (r = 0,429; p = 0,001) dengan kekuatan korelasi sedang. Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat overcrowded, maka response time perawat di IGD cenderung terpengaruh. Diperlukan strategi manajemen yang efektif untuk mengurangi overcrowded guna menjaga mutu pelayanan kegawatdaruratan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan serta pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa Karakteristik perawat di IGD RSUD Dr.Moewardi didominasi oleh perawat usia produktif, berjenis kelamin laki-laki, memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun, serta mayoritas berlatar belakang pendidikan D3 Keperawatan.Kondisi IGD sebagian besar berada pada kategori overcrowded level 5 (sangat penuh sesak), namun response time pelayanan sebagian besar masih dalam kategori cepat.Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara overcrowded dengan response time di IGD RSUD Dr.Moewardi, dimana semakin tinggi tingkat overcrowded maka response time pelayanan perawat cenderung menjadi lebih lama.Moewardi diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan overcrowded melalui optimalisasi alur pelayanan pasien, penyesuaian kapasitas bed atau ruang perawatan, serta pengelolaan tenaga keperawatan berdasarkan pengalaman dan masa kerja perawat guna mempertahankan response time pelayanan yang cepat dan optimal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak pelatihan khusus untuk meningkatkan kecepatan penanganan perawat dalam situasi overcrowded. Selain itu, studi tentang efektivitas sistem triase berbasis teknologi dalam mengurangi kepadatan IGD juga layak dieksplorasi. Terakhir, penelitian bisa mengkaji peran manajemen waktu tunggu pasien dalam meminimalkan risiko komplikasi akibat overcrowding.

  1. Response Time as a Success in Emergency Cases in the Emergency Room at Grandmed Lubuk Pakam Hospital... ejournal.medistra.ac.id/index.php/JKF/article/view/2328Response Time as a Success in Emergency Cases in the Emergency Room at Grandmed Lubuk Pakam Hospital ejournal medistra ac index php JKF article view 2328
  2. Hubungan Overcrowded dengan Response Time di ruang IGD RSUD Dr. MOEWARDI | TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan.... ejournal.umkla.ac.id/index.php/triage/article/view/2370Hubungan Overcrowded dengan Response Time di ruang IGD RSUD Dr MOEWARDI TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan ejournal umkla ac index php triage article view 2370
Read online
File size271.61 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test