UMKLAUMKLA

TRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanTRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan

Tuntutan kerja yang tinggi pada tenaga kesehatan, khususnya perawat, berpotensi memengaruhi Work-life balance dan Job satisfaction. Perawat dituntut memberikan pelayanan optimal dengan jam kerja panjang, sistem kerja shift, serta tekanan emosional yang tinggi. Ketidakseimbangan Work-life balance dapat menurunkan Job satisfaction, meningkatkan stres, dan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Work-life balance dengan Job satisfaction pada perawat perempuan di RS PKU Muhammadiyah Prambanan Klaten. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat perempuan, dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Work-life balance dan Job satisfaction yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 25,63 ± 3,719 tahun, dan mayoritas responden berstatus belum menikah (65,7%), tidak memiliki anak (85,7%), berpendidikan terakhir D3 Keperawatan (74,3%), dengan lama bekerja 0-1 tahun (54,3%), serta sebagian besar di unit rawat inap (48,6%). Sebagian besar responden memiliki Work-life balance dalam kategori baik (80%) dan Job satisfaction dalam kategori tinggi (88,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p value = 0,011 dengan arah hubungan positif, yang berarti semakin baik Work-life balance maka semakin tinggi Job satisfaction perawat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara Work-life balance dan Job satisfaction pada perawat. Oleh karena itu, penting bagi institusi pelayanan kesehatan untuk memperhatikan kebijakan kerja yang mendukung Work-life balance guna meningkatkan Job satisfaction pada perawat.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan work-life balance dengan job satisfaction pada perawat di RS PKU Muhammadiyah Prambanan, diketahui bahwa responden memiliki rerata usia 25,63 tahun (±3,719), dengan mayoritas belum menikah (65,7%), belum memiliki anak (85,7%), berpendidikan D3 Keperawatan (74,3%), masa kerja kurang dari satu tahun (54,3%), serta sebagian besar bekerja di unit rawat inap (48,6%).Sebagian besar perawat memiliki work-life balance yang baik (80%) dan job satisfaction yang tinggi (88,6%).Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara work-life balance dengan job satisfaction (r = 0,423.p = 0,011), yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas sampel perawat di berbagai jenis rumah sakit untuk membandingkan perbedaan faktor yang memengaruhi work-life balance dan job satisfaction. Selain itu, penelitian juga bisa mengeksplorasi dampak beban kerja, stres kerja, dan spiritualitas terhadap keseimbangan kerja-hidup dan kepuasan kerja, terutama dalam konteks rumah sakit berbasis nilai Islam. Terakhir, penelitian dapat mengkaji pengaruh kebijakan manajemen sumber daya manusia, seperti fleksibilitas jadwal kerja dan program dukungan psikologis, terhadap peningkatan work-life balance dan kepuasan kerja perawat secara berkelanjutan.

  1. Peran Work–Life Balance terhadap Kepuasan Kerja Perawat | TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan. peran... ejournal.umkla.ac.id/index.php/triage/article/view/2326Peran WorkAeLife Balance terhadap Kepuasan Kerja Perawat TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan peran ejournal umkla ac index php triage article view 2326
  2. Work-life balance, job satisfaction, and burnout among nurses in Jordan: A cross-sectional study | PLOS... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0334603Work life balance job satisfaction and burnout among nurses in Jordan A cross sectional study PLOS journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0334603
Read online
File size298.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test