STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Hipertensi masih menjadi masalah utama di dunia. Menurut WHO, hipertensi merupakan penyebab nomor satu kematian di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7%, sedangkan di Kalimantan Selatan mencapai 39,6% dan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar 12,99%. Tingginya kasus hipertensi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan diduga disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan pola konsumsi masyarakat, seperti makanan khas Ketupat Kandangan yang mengandung kolesterol tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi natrium dan lemak dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kandangan. Metode penelitian menggunakan desain case control dengan 84 responden. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi natrium (p=0,000) dan lemak (p=0,016) dengan kejadian hipertensi.

Terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi natrium dengan terjadinya hipertensi.Pola konsumsi natrium yang lebih tinggi merupakan faktor risiko 5,63 kali terjadinya hipertensi dibanding pola konsumsi natrium cukup.Selain itu, ada hubungan signifikan antara pola konsumsi lemak dengan kejadian hipertensi, dengan pola konsumsi lemak yang lebih tinggi sebagai faktor risiko 2,92 kali terjadinya hipertensi dibanding pola konsumsi lemak cukup.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi di wilayah yang sama, dengan mempertimbangkan interaksi antara pola konsumsi dan tingkat kebugaran. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak genetik pada respons tubuh terhadap konsumsi natrium dan lemak, terutama pada populasi dengan riwayat keluarga hipertensi. 3. Pengembangan intervensi edukasi kesehatan berbasis komunitas yang fokus pada perubahan pola makan, termasuk pengurangan konsumsi garam dan lemak jenuh, serta promosi makanan tradisional yang lebih sehat.

Read online
File size220.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test