STAITARUNASTAITARUNA

Tarunaedu: Journal of Education and LearningTarunaedu: Journal of Education and Learning

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai multikultural di tengah masyarakat Indonesia yang plural, khususnya melalui transformasi Kurikulum Merdeka yang menekankan Profil Pelajar Pancasila. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis relevansi nilai-nilai multikultural dalam buku teks Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti Kelas IX Kurikulum Merdeka terbitan Kemendikbudristek. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) secara kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap narasi, materi, instrumen evaluasi, dan ilustrasi visual dalam buku teks tersebut, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks PAI Kelas IX telah mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dengan cukup baik, yang terepresentasi secara dominan pada materi tentang toleransi (tasamuh), menghargai perbedaan, serta sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Nilai-nilai seperti inklusivitas, keadilan (adalah), dan kesetaraan (musawah) telah termanifestasi dalam bab-bab pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa porsi materi visual dan contoh kasus kontekstual mengenai interaksi lintas agama masih perlu diperluas agar lebih relevan dengan realitas sosial siswa yang heterogen. Kesimpulannya, buku teks ini telah relevan dalam mendukung pilar Kebinekaan Global, namun guru tetap disarankan memberikan suplemen pembelajaran kontekstual demi mengoptimalkan pemahaman multikultural siswa.

Berdasarkan seluruh uraian hasil analisis dan pembahasan mengenai Buku Teks Utama Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX Kurikulum Merdeka, dapat disimpulkan bahwa buku ini telah menunjukkan komitmen akademis yang kuat dalam mengarusutamaan nilai-nilai multikultural.Integrasi nilai-nilai tersebut tidak diletakkan secara terpisah, melainkan diinternalisasikan secara melekat dan tersebar ke dalam berbagai materi strategis, seperti pembahasan tafsir Al-Quran pada ayat-ayat pilihan, narasi akhlak kemanusiaan, serta ulasan sejarah perkembangan Islam di Nusantara.Buku teks ini berhasil merekonstruksi doktrin keagamaan yang semula bersifat teosentris-dogmatis menjadi lebih antroposentris-humanis.Transformasi ini terlihat dari penekanan yang seimbang antara pemenuhan kewajiban spiritual kepada Tuhan dengan penegasan tanggung jawab sosial kemanusiaan untuk merawat harmoni, sehingga materi pembelajaran terasa lebih hidup dan fungsional bagi kehidupan peserta didik di tengah masyarakat Indonesia yang plural.Secara substantif, penguatan nilai multikultural di dalam buku teks ini ditopang oleh empat pilar utama yang saling berkelindan, yaitu toleransi (tasamuh), kesetaraan (musawah), keadilan (adalah), dan inklusivitas.Nilai toleransi diartikulasikan bukan sekadar sebagai pembiaran pasif terhadap perbedaan, melainkan sebagai dorongan aktif untuk saling mengenal, berdialog, dan berkolaborasi lintas iman demi kemaslahatan bersama.Nilai kesetaraan dan keadilan dimanifestasikan melalui penggunaan bahasa yang nondiskriminatif, yang memosisikan setiap manusia memiliki derajat yang setara di ruang publik.Sementara itu, nilai inklusivitas mewujud dalam keterbukaan materi PAI terhadap isu-isu global seperti kesehatan mental remaja dan kelestarian lingkungan hidup.Seluruh konstruksi nilai ini secara konseptual telah selaras dan relevan dalam mendukung ketercapaian dimensi Kebinekaan Global yang diamanatkan dalam Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka.Meskipun telah mencapai kemajuan kurikuler yang signifikan, penelitian ini juga menyimpulkan adanya beberapa keterbatasan sosiopedagogis dalam draf buku teks saat ini yang memerlukan penyempurnaan di masa mendatang.Keterbatasan tersebut meliputi minimnya visualisasi gambar yang mencerminkan interaksi inklusif lintas agama dan etnis dalam ruang sosial bersama, serta adanya kecenderungan sentralisme Jawa dalam pemilihan contoh akulturasi budaya pada materi sejarah Islam Nusantara.Dominasi narasi yang berpusat pada satu wilayah kultural dikhawatirkan dapat mengurangi rasa keterwakilan identitas lokal bagi siswa yang berada di luar wilayah tersebut.Oleh karena itu, diversifikasi contoh konten sejarah dari berbagai daerah di Indonesia serta perbaikan aspek representasi visual menjadi rekomendasi krusial bagi para pengembang kurikulum dan penulis buku teks pada edisi revisi berikutnya agar nilai multikultural yang disajikan benar-benar bersifat utuh dan merata.

Untuk meningkatkan relevansi buku teks PAI dalam mendukung pilar Kebinekaan Global, disarankan agar dilakukan diversifikasi contoh konten sejarah dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memberikan representasi yang lebih luas dan merata terhadap identitas lokal siswa, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap kebinekaan global bangsa Indonesia. Selain itu, perluasan cakupan geografis materi sejarah juga dapat membantu siswa memahami dan menghargai keberagaman budaya dan tradisi di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, disarankan untuk meningkatkan representasi visual interaksi inklusif lintas agama dan etnis dalam ruang sosial bersama. Stimulus visual yang beragam dan inklusif dapat membantu siswa membangun imajinasi sosial yang lebih luas dan inklusif mengenai kehidupan berbangsa yang majemuk. Visualisasi interaksi inklusif ini dapat membantu siswa memahami dan menghargai perbedaan, serta mendorong mereka untuk aktif terlibat dalam dialog dan kolaborasi lintas iman. Terakhir, disarankan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang demokratis dan berbasis kearifan lokal. Guru PAI dapat berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mengumpulkan dan mengembangkan materi suplemen yang relevan dengan konteks sosial dan budaya siswa. Dengan demikian, internalisasi nilai multikultural dapat berjalan optimal dan melahirkan generasi muda Muslim yang moderat, toleran, dan berwawasan global.

  1. Analisis Relevansi Nilai-Nilai Multikultural dalam Buku Teks PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Kurikulum... journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1062Analisis Relevansi Nilai Nilai Multikultural dalam Buku Teks PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Kurikulum journal staitaruna ac index php jel article view 1062
Read online
File size573.63 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test