POLTESAPOLTESA

Mekanisasi: Jurnal Teknik Mesin PertanianMekanisasi: Jurnal Teknik Mesin Pertanian

Pertumbuhan gulma pada lahan perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu yang dapat menurunkan efektivitas pengelolaan lahan sehingga diperlukan teknologi mekanisasi yang mampu mempercepat proses pemotongan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji kinerja rotary slasher sebagai alat bantu pemotong gulma serta menghitung biaya pembuatannya. Penelitian dilaksanakan di PT Subur Arum Makmur, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan metode rancang bangun dan pengujian lapangan. Tahapan penelitian meliputi perancangan desain, pembuatan komponen, perakitan alat, pengujian fungsi, serta pengujian kinerja pada berbagai variasi putaran pisau yaitu 800, 1300, 1800, dan 2200 rpm. Parameter yang diamati meliputi kapasitas kerja alat, tingkat pemotongan gulma, efisiensi lapangan, dan biaya pembuatan rotary slasher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rotary slasher berhasil dibuat dengan dimensi panjang 170 cm dan lebar kerja 160 cm menggunakan sistem penggerak Power Take-Off (PTO) traktor. Kinerja terbaik diperoleh pada putaran 2200 rpm dengan rata-rata berat gulma terpotong sebesar 26,53 kg dan persentase pemotongan sebesar 88,94%. Alat memiliki kapasitas lapang efektif 2,01 ha/jam, serta efisiensi lapang sebesar 99,11%. Total biaya pembuatan material Rp. 4.945.000,00, dan biaya tenaga kerja 1.886.000,00 dengan total keseluruhan sebesar Rp 6.831.990,00. Berdasarkan hasil tersebut, rotary slasher dapat menjadi alternatif teknologi mekanisasi yang efektif, efisien, dan ekonomis untuk mendukung pengendalian gulma pada lahan perkebunan.

Penelitian ini berhasil merancang dan membangun rotary slasher sebagai alat bantu pemotong gulma pada perkebunan kelapa sawit dengan lebar kerja 160 cm dan sistem penggerak menggunakan PTO traktor.Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan putar pisau berpengaruh terhadap efektivitas pemotongan gulma, di mana putaran 2200 rpm menghasilkan kinerja terbaik dengan efektivitas pemotongan sebesar 88,94%, kapasitas lapang efektif sebesar 2,01 jam/ha, dan efisiensi lapang mencapai 99,11%.Hasil tersebut menunjukkan bahwa rotary slasher yang dikembangkan mampu bekerja secara efektif dalam mendukung mekanisasi pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan desain sistem transmisi rotary slasher dengan mempertimbangkan daya yang lebih tinggi dan material tahan lama untuk meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, perlu dilakukan uji coba alat pada berbagai jenis tanah dan vegetasi untuk memastikan adaptabilitasnya di kondisi lapangan yang beragam. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi rotary slasher dengan teknologi sensor untuk otomatisasi pengendalian gulma secara real-time, sehingga meminimalkan kebutuhan tenaga kerja manusia dan meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.

Read online
File size1.12 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test