UNIMALUNIMAL

Jurnal AgriumJurnal Agrium

This study aims to compare the active compound of Paraquat and Atrazine herbicides applied for weed controlling between plant spacing of corn. The research was conducted in Paya Beunyot Village, Banda Baro Regency North Aceh from July to September 2019, and continued with Samples analysis at the Agroecotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh. The experimental design used was a factorial randomized block design; herbicides type of paraquat with a concentration of 1.38 kg/ha, atrazine concentration 1.2 kg/ha and the second factor were plant spacing (P): P1= plant spacing of 50x30 cm, P2= plant spacing of 60x25 cm, P3= plant spacing of 75x20 cm. The results showed that herbicide applied had a very significant effect on weed wet weight, dry weight, percentage of weeds under control and phytotoxicity of weeds. The results showed the interspace of the plant gave a very significant increase in seeds weight either per plant and per plot. The result of variance analysis showed there was no interaction between herbicides utilize and planting distance in all observed variables.. . Terjemahan:. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas senyawa aktif herbisida Paraquat dan Atrazin dalam mengendalikan gulma pada berbagai jarak tanam jagung. Penelitian ini dilakukan di Desa Paya Beunyot, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara dari Juli hingga September 2019, dilanjutkan dengan analisis sampel di Laboratorium Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan blok acak faktorial dengan faktor jenis herbisida (paraquat dengan konsentrasi 1,38 kg/ha dan atrazin dengan konsentrasi 1,2 kg/ha) dan faktor jarak tanam (P1= 50x30 cm, P2= 60x25 cm, P3= 75x20 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis herbisida berpengaruh sangat signifikan terhadap berat basah dan kering gulma, persentase gulma terkendali, dan fitotoksisitas gulma. Jarak tanam juga memberikan peningkatan yang sangat signifikan terhadap berat biji per tanaman dan per petak. Analisis varians menunjukkan tidak ada interaksi antara jenis herbisida dan jarak tanam pada semua variabel yang diamati.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida paraquat dan atrazin efektif mengendalikan gulma dan menekan berat basah dan kering gulma golongan rumput dan daun lebar.Jarak tanam 50 x 30 cm, 60 x 25 cm dan 75 x 20 cm efektif mengendalikan gulma dan menekan berat basah dan kering gulma golongan rumput dan daun lebar.Tidak terdapat interaksi antara penggunaan herbisida paraquat dan atrazin dengan jarak tanam tertentu dalam mengendalikan gulma pada tanaman jagung.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas kombinasi berbagai jenis herbisida dengan dosis yang lebih rendah untuk mengoptimalkan pengendalian gulma dan meminimalkan dampak lingkungan. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh berbagai metode aplikasi herbisida, seperti aplikasi terarah atau penggunaan teknologi drone, terhadap efisiensi pengendalian gulma dan pengurangan paparan herbisida pada tanaman jagung dan lingkungan sekitarnya. Terakhir, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi interaksi antara jarak tanam, jenis herbisida, dan varietas jagung yang berbeda untuk mengembangkan rekomendasi pengelolaan gulma yang lebih spesifik dan efektif, yang disesuaikan dengan kondisi agroekologi setempat dan kebutuhan petani. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan praktis bagi petani dalam mengelola gulma secara berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas tanaman jagung.

Read online
File size90.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test