UNIMALUNIMAL

Jurnal AgriumJurnal Agrium

Sambung pucuk merupakan salah satu teknik penyambungan yang biasa digunakan pada perbanyakan tanaman durian. Kendala utama pada saat penyambungan adalah jarak antara tempat pembibitan untuk pengerjaan sambungan (sumber batang bawah) dan pohon induk unggul lokal Aceh (sumber batang atas). Tempat penyambungan dan pohon induk biasanya berjauhan, bahkan bisa sampai berbeda pulau. Selain itu, jumlah tanaman yang akan disambungkan sangat banyak sehingga sulit diselesaikan dalam waktu satu hari. Oleh karena itu batang atas harus dikemas kembali dan disimpan, karena tertundanya waktu penyambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cara dan lama waktu penyimpanan batang atas terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman durian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah cara penyimpanan batang atas (P) terdiri dari 2 jenis yaitu batang atas tanpa dibungkus kertas koran (P1), dan batang atas yang dibungkus kertas koran (P2). Faktor kedua adalah lama penyimpanan batang atas (L) terdiri dari 6 taraf yaitu batang atas langsung disambungkan (L0), disimpan satu hari (L1), disimpan dua hari (L2), disimpan tiga hari (L3), disimpan empat hari (L4), dan disimpan lima hari (L5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor cara penyimpanan batang atas (dibungkus dan tidak dibungkus koran) secara tunggal tidak memberikan pengaruh di semua peubah yang diamati. Faktor lama penyimpanan batang atas secara tunggal berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit durian hasil sambungan. Batang atas dapat disimpan paling lama hanya 2 hari. Semakin lama batang atas disimpan sebelum disambungkan, akan menurunkan tingkat keberhasilan sambungan. Kombinasi perlakuan antara cara dan lama penyimpanan batang atas tidak memberikan pengaruh di semua peubah yang diamati.

Cara penyimpanan batang atas, baik dibungkus kertas koran maupun tidak, tidak berpengaruh pada variabel yang diamati.Lama penyimpanan batang atas mempengaruhi pertumbuhan bibit.batang atas dapat disimpan maksimal dua hari, dan semakin lama penyimpanan menurunkan tingkat keberhasilan sambungan.Kombinasi cara dan lama penyimpanan juga tidak memberikan pengaruh signifikan pada variabel yang diamati.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bahan pembungkus alternatif yang ramah lingkungan, seperti plastik biodegradable atau serat kelapa, untuk melihat apakah bahan tersebut dapat memperpanjang masa hidup batang atas tanpa menurunkan tingkat keberhasilan sambungan. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki pengaruh kontrol suhu dan kelembaban selama penyimpanan batang atas, misalnya dengan menggunakan kotak pendingin atau ruang dengan kelembaban terkontrol, guna menentukan kondisi optimal yang memperpanjang viabilitas scion hingga tiga atau empat hari. Terakhir, dilakukan uji lapangan pada berbagai varietas durian lokal dan di beberapa pulau Indonesia untuk menilai interaksi antara genotipe durian dengan metode penyimpanan, serta memantau dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan, produksi buah, dan kualitas buah, sehingga dapat memberikan rekomendasi praktis bagi petani di wilayah dengan kondisi geografis dan iklim yang beragam.

Read online
File size102.74 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test