IAIN CURUPIAIN CURUP

AJIS: Academic Journal of Islamic StudiesAJIS: Academic Journal of Islamic Studies

Penelitian ini menjelaskan hubungan antara politik dan gerakan Islam yang saling memengaruhi dengan peran masing‑masing dalam masyarakat. Diskusi politik mencakup kekuasaan, ideologi, legitimasi, pemerintahan, negara, bangsa, dan lain‑lain. Konsekuensi politik telah memberikan dampak besar terhadap ortodoksi dan heterodoksi gerakan Islam di Indonesia. Penelitian ini memfokuskan pada kasus Rifaiyah pada abad ke‑20 M. Kelompok Rifaiyah bersifat heterodoks karena dianggap menyimpang dari ajaran Islam secara umum. Kelompok ini mengalami diskriminasi dan larangan dari Surat Keputusan Kejaksaan Jawa Tengah. Keunikan pola hidup Rifaiyah terletak pada keberadaan dalam kelompok dan di daerah pedesaan. Kelompok minoritas ini memperoleh suaka politik dan berbaur dalam masyarakat hingga perjuangannya berhasil mencabut keputusan larangan. Secara khusus, kemunculan reformasi menjadi aspirasi politik bagi komunitas Islam. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan sosi‑historis. Metode pengumpulan data berupa penelitian kepustakaan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik berperan sebagai akomodatif, hegemonik, dan kekuasaan. Strategi Rifaiyah menyesuaikan peran politiknya untuk memperoleh legalitas kembali dengan berkolaborasi dengan partai politik, mengadakan seminar akademik, dan memanfaatkan masa reformasi. Keberadaan politik dapat melarutkan atau mempertahankan heterodoksi.

Politik di Indonesia telah mengalami transformasi dari Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi, yang memengaruhi gerakan Islam termasuk Rifaiyah.Reformasi membuka ruang bagi kelompok minoritas yang sebelumnya mengalami diskriminasi, memungkinkan Rifaiyah memperoleh legalitas kembali melalui strategi politik.Pengaruh politik dapat menghilangkan atau mengakui heterodoksi, sehingga Rifaiyah berhasil mengembalikan legalitasnya.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan strategi politik yang digunakan oleh gerakan Islam heterodoks lain di Indonesia selama era Reformasi untuk melihat pola umum atau perbedaan signifikan; selanjutnya, studi tentang pengaruh media digital terhadap mobilisasi politik komunitas Rifaiyah pasca tahun 2000 dapat mengungkap cara baru dalam memperoleh dukungan dan legitimasi; terakhir, analisis kebijakan pemerintah daerah dalam pengakuan hukum kelompok heterodoks di berbagai provinsi dapat memperjelas faktor-faktor institusional yang mempengaruhi proses legalisasi. Semua ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang interaksi antara politik dan gerakan Islam heterodoks di Indonesia.

  1. The Existence of Islamic Politics Against Heterodox of Islamic Movements in Indonesia: Post-Independence... doi.org/10.29240/ajis.v9i1.8985The Existence of Islamic Politics Against Heterodox of Islamic Movements in Indonesia Post Independence doi 10 29240 ajis v9i1 8985
Read online
File size390.2 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test