UNISKA BJMUNISKA BJM

AS-SIYASAH: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu PolitikAS-SIYASAH: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Kebijakan efisiensi fiskal dan refocusing anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat memiliki implikasi signifikan bagi pemerintah daerah, khususnya di tingkat kelurahan. Anggaran pembangunan infrastruktur adalah salah satu sektor yang paling terdampak oleh pemotongan anggaran, meskipun memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik. Penelitian ini mengeksplorasi dampak pemangkasan anggaran pembangunan infrastruktur terhadap kapasitas pemerintahan kelurahan dalam memberikan pelayanan publik di Kabupaten Murung Raya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui analisis dokumen laporan anggaran daerah dan wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah daerah. Temuan menunjukkan bahwa pemotongan anggaran telah mengurangi fleksibilitas fiskal, melemahkan kapasitas perencanaan, dan membatasi kemampuan pemerintahan kelurahan dalam merespons kebutuhan pelayanan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tujuan normatif desentralisasi fiskal dan realitas empiris yang dihadapi oleh pemerintahan kelurahan. Penelitian ini berkontribusi pada studi pemerintahan dengan menekankan kebutuhan untuk menyelaraskan kebijakan fiskal antarpemerintah dengan penguatan kapasitas pemerintahan di tingkat akar rumput.

Pemangkasan anggaran pembangunan infrastruktur di Kabupaten Murung Raya berdampak langsung pada melemahnya kapasitas pemerintahan kelurahan dalam menyelenggarakan pelayanan publik.Penurunan alokasi anggaran tidak hanya membatasi pelaksanaan pembangunan fisik, tetapi juga mempersempit ruang perencanaan dan fleksibilitas pengambilan keputusan, sehingga pelayanan publik cenderung berjalan pada level minimum dan berorientasi administratif.Temuan ini menunjukkan ketidakselarasan antara tujuan desentralisasi fiskal dan praktik pengelolaan keuangan daerah di tingkat mikro.Tanggung jawab pelayanan publik tetap tinggi, sementara dukungan fiskal semakin terbatas, yang pada akhirnya menurunkan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pemerintahan lokal agar dapat merespons kebutuhan warga secara berkelanjutan dan responsif.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak pemangkasan anggaran infrastruktur terhadap kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan, khususnya dalam hal aksesibilitas dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. 2. Mengkaji strategi adaptasi dan inovasi tata kelola pemerintahan kelurahan dalam merespons tekanan fiskal, termasuk peran partisipasi masyarakat dalam menentukan prioritas pelayanan. 3. Menganalisis implikasi pemangkasan anggaran infrastruktur terhadap ketimpangan geografis dalam penyediaan layanan dasar, serta mengidentifikasi strategi mitigasi yang dapat diterapkan oleh pemerintahan kelurahan.

Read online
File size350 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test