POLBENGPOLBENG

INOVTEK - SERI MESININOVTEK - SERI MESIN

Pompa sentrifugal merupakan peralatan krusial di PDAM Tirta Terubuk Bengkalis, di mana kinerjanya sangat bergantung pada kondisi bearing. Getaran berlebih pada bearing menjadi indikator utama kerusakan yang dapat menyebabkan downtime operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis getaran pada bearing pompa sebagai metode monitoring kondisi, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab getaran, serta merumuskan rekomendasi perawatan yang efektif. Metode penelitian melibatkan studi lapangan dengan pengukuran getaran secara langsung pada bearing housing pompa menggunakan sensor getaran tiga sumbu (horizontal, vertikal, aksial). Data sinyal getaran mentah yang diperoleh kemudian diolah menggunakan perangkat lunak MATLAB untuk menghitung nilai RMS (Root Mean Square) dan memvisualisasikan karakteristik getaran. Analisis penyebab getaran dilakukan menggunakan diagram Fishbone, dan hasilnya dibandingkan dengan standar keparahan getaran ISO 10816-3. Hasil analisis menunjukkan tingkat getaran yang sangat tinggi dan mengkhawatirkan. Nilai RMS pada sumbu Y (28.730 mm/s) dan Z (38.877 mm/s) masuk dalam Zona D (Merusak), sementara sumbu X (4.670 mm/s) berada di Zona C (Perhatian). Hasil ini mengindikasikan adanya kerusakan serius pada bearing yang memerlukan tindakan segera. Getaran berlebih terbukti menjadi penyebab utama percepatan keausan dan potensi kegagalan prematur pada bearing. Direkomendasikan untuk melakukan perbaikan segera, menerapkan strategi perawatan berbasis kondisi (condition-based maintenance), serta meningkatkan kualitas prosedur perawatan seperti alignment dan pelumasan untuk memperpanjang umur pakai pompa.

Faktor-faktor penyebab getaran pada bearing pompa sentrifugal dapat diklasifikasikan ke dalam enam kategori.Mesin, Material, Lingkungan, Pengukuran, Metode, dan Manusia.Penyebab spesifik yang paling relevan meliputi misalignment poros, keausan bearing dan housing, serta perawatan yang tidak sistematis.Berdasarkan standar ISO 10816-3, nilai RMS getaran pada sumbu X (4.670 mm/s) berada di Zona C (Perhatian), sedangkan sumbu Y (28.877 mm/s) berada di Zona D (Merusak).Getaran berlebihan, terutama di Zona D, mempercepat keausan komponen, meningkatkan suhu operasional, dan dapat menyebabkan kegagalan prematur.Penggunaan MATLAB dalam pengolahan data getaran terbukti efektif untuk visualisasi sinyal dan perhitungan nilai RMS yang memberikan wawasan tentang kondisi bearing dan potensi penyebab kerusakannya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas strategi perawatan berbasis kondisi (condition-based maintenance) dalam memperpanjang umur pakai bearing. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi dampak misalignment poros terhadap tingkat getaran dan kinerja pompa. Pengembangan material alternatif untuk bearing yang lebih tahan aus juga menjadi arah studi yang relevan, terutama dalam lingkungan operasional dengan beban tinggi. Penelitian ini dapat memberikan solusi inovatif untuk mengurangi kegagalan prematur dan meningkatkan efisiensi operasional PDAM Tirta Terubuk Bengkalis.

Read online
File size320.76 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test