POLBENGPOLBENG
INOVTEK - SERI MESININOVTEK - SERI MESINPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan putar mesin bor ibarmia dengan diameter mata bor 8 mm, 10 mm, dan 12 mm terhadap karakteristik getaran pada mesin bor duduk. Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kecepatan putaran, diameter mata bor, dan respons getaran yang muncul, serta dampaknya terhadap kualitas geometri lubang hasil pengeboran. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan pengambilan data getaran secara langsung menggunakan vibration meter pada tiga titik pengukuran, yaitu kepala bor, meja bor, dan dudukan mesin. Kecepatan putaran divalidasi dengan tachometer digital, sedangkan hasil geometri lubang diukur menggunakan jangka sorong. Variabel bebas berupa diameter mata bor dan kecepatan putaran, sedangkan variabel terikat berupa percepatan getaran dan kualitas lubang. Setiap pengujian dilakukan tiga kali untuk memperoleh data rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan dari tiga variasi kecepatan mesin bor ibarmia mengasilkan getaran dalam bentuk amplitudo paling besar terjadi pada putaran 500 rpm diameter mata bor 12 mm pada arah aksial sebesar 0.019 mm, sedangkan getaran terkecil pada mata bor 8 mm dengan putaran 840 rpm pada arah vertical sebesar 0.007 mm. Getaran pada proses bor dengan kecepatan lebih rendah yaitu mata bor 12 mm pengukuran getaran arah aksial memiliki amplitudo terbesar dibandingkan variasi lainnya, sedangkan getaran mata bor 8 mm selalu paling kecil, hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar diameter mata bor, semakin besar gaya pemotongan yang terjadi sehingga meningkatkan getaran, terutama pada arah aksial. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian getaran untuk menjaga presisi hasil pengeboran.
Setelah dilakukan percobaan dan pengambilan data, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu.Dari proses pengeboran terjadi getaran terbesar pada pengukuran getaran pengeboran dengan diameter mata bor 12 mm pada kecepatan putar mesin bor ibarmia sebesar 500 rpm dan arah aksial, dimana amplitudo yang dihasilkan sebesar 0,019 mm.Dari proses pengeboran terjadi getaran terkecil pada pengukuran getaran pengeboran dengan diameter mata bor 8 mm pada kecepatan putar mesin bor ibarmia sebesar 840 rpm dan arah vertical, dimana amplitudo yang dihasilkan sebesar 0,007 mm.Variasi putaran mata bor sangat mempengaruhi tingkat getaran yang terjadi, terbukti dari hasil pengujian dan analisa yang dilakukan semakin besar mata bor, maka getaran semakin besar, namun putaran semakin pelan.Getaran terjadi juga dipengaruhi oleh geometri mesin, Ketika posisi mesin tidak datar maka terjadi unbalance pada mesin bor duduk ibarmia dan mengakibatkan getaran yang semakin kuat.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan dengan fokus pada analisis lebih mendalam tentang pengaruh getaran pada kualitas geometri lubang hasil pengeboran. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan dengan mengkaji efek getaran pada berbagai jenis material dan kondisi operasi mesin yang berbeda. Dengan demikian, studi lanjutan ini dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami dan mengendalikan getaran pada mesin bor duduk, serta meningkatkan presisi hasil pengeboran.
| File size | 276.56 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
KAWANADKAWANAD Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan skripsi ini adalah untuk penerapan Support Vector Machine dengan K-Means dan K-Medoids untuk mengoptimalkanAdapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan skripsi ini adalah untuk penerapan Support Vector Machine dengan K-Means dan K-Medoids untuk mengoptimalkan
POLBENGPOLBENG Getaran berlebihan, terutama di Zona D, mempercepat keausan komponen, meningkatkan suhu operasional, dan dapat menyebabkan kegagalan prematur. PenggunaanGetaran berlebihan, terutama di Zona D, mempercepat keausan komponen, meningkatkan suhu operasional, dan dapat menyebabkan kegagalan prematur. Penggunaan
POLBENGPOLBENG Secara keseluruhan, ECU Aftermarket memberikan peningkatan tenaga dan efisiensi paling optimal, ECU Remap menawarkan peningkatan yang seimbang, sedangkanSecara keseluruhan, ECU Aftermarket memberikan peningkatan tenaga dan efisiensi paling optimal, ECU Remap menawarkan peningkatan yang seimbang, sedangkan
POLBENGPOLBENG Frekuensi kerusakan masih cukup tinggi, nilai MTBF rata-rata hanya 2-3 minggu, menunjukkan bahwa kerusakan masih cukup sering terjadi. Hal ini mengindikasikanFrekuensi kerusakan masih cukup tinggi, nilai MTBF rata-rata hanya 2-3 minggu, menunjukkan bahwa kerusakan masih cukup sering terjadi. Hal ini mengindikasikan
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel sistem informasi keuangan koperasi kredit di KSP Kopdit San Dominggo Hokeng dan KSP Kopdit IkamalaHasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel sistem informasi keuangan koperasi kredit di KSP Kopdit San Dominggo Hokeng dan KSP Kopdit Ikamala
UMDUMD Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan perceived value memiliki korelasi yang kuat. Namun, kualitas pelayanan memiliki korelasiHasil analisis korelasi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan perceived value memiliki korelasi yang kuat. Namun, kualitas pelayanan memiliki korelasi
STIM YKPNSTIM YKPN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim organisasi, kepemimpinan otentik dan knowledge sharing terhadap perilaku kerja inovatif padaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim organisasi, kepemimpinan otentik dan knowledge sharing terhadap perilaku kerja inovatif pada
UnmulUnmul Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel sandstone yang merupakan batuan yang sedang di tambang pada lokasi penelitian. Setelah didapatkan nilai-nilaiPenelitian dilakukan dengan pengambilan sampel sandstone yang merupakan batuan yang sedang di tambang pada lokasi penelitian. Setelah didapatkan nilai-nilai
Useful /
UMDUMD Tradisi ini dibawa oleh I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem saat menang perang dalam menaklukan kerajaan-kerajaan di Sasak, Lombok. Dahulu, saat prajuritTradisi ini dibawa oleh I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem saat menang perang dalam menaklukan kerajaan-kerajaan di Sasak, Lombok. Dahulu, saat prajurit
UMDUMD Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, kuesioner dan studi pustaka. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: ujiTeknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, kuesioner dan studi pustaka. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: uji
UMDUMD Kebutuhan dasar manusia dikelompokkan menjadi lima jenis yang pemenuhannya dilakukan secara berjenjang sehingga membentuk piramida. Artinya, kebutuhanKebutuhan dasar manusia dikelompokkan menjadi lima jenis yang pemenuhannya dilakukan secara berjenjang sehingga membentuk piramida. Artinya, kebutuhan
STIM YKPNSTIM YKPN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sampel pada penelitian ini adalah konsumen berdomisili di Yogyakarta dan pernah melakukan pembelian sunscreenPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sampel pada penelitian ini adalah konsumen berdomisili di Yogyakarta dan pernah melakukan pembelian sunscreen