UNESAUNESA

Indonesia Journal of Local Wisdom EducationIndonesia Journal of Local Wisdom Education

Artikel ini membahas integrasi kebijaksanaan lokal Jawa dalam pembelajaran terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di sekolah dasar dengan fokus pada lima dimensi tematis: aspek integrasi pengetahuan lokal, nilai-nilai kerjasama, hubungan pluralisme, tantangan dalam penerapan, serta peningkatan pembelajaran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan sampel purposive dari 16 informan (guru, kepala sekolah, dan siswa) di Jawa Timur, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tantangan Implementasi menjadi tema dominan dengan 58 kejadian yang dikodekan, diikuti oleh Integrasi Kebijaksanaan Lokal (51), Peningkatan Pembelajaran (46), Nilai-Nilai Kerjasama (43), dan Hubungan Keragaman (42). Proses pedagogis seperti tembang dolanan, narasi wayang, dan ungguh-ungguh terbukti sejalan dengan TPB 4 (Pendidikan Berkualitas), TPB 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), dan TPB 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Lembaga yang Kuat). Kolaborasi dikembangkan melalui kerja tim, pengalaman permainan tradisional, dan kerja berpasangan, mendukung TPB 4.7 dan TPB 17. Secara khusus, 80% peserta siswa menunjukkan peningkatan sensitivitas antarbudaya dan penalaran etis sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran yang menyeluruh secara budaya. Penelitian ini memberikan kerangka kerja praktis yang sangat dibutuhkan untuk mengintegrasikan pengetahuan asli ke dalam pedagogi yang berorientasi TPB di bidang Pendidikan Kewarganegaraan Global. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kurikulum yang responsif budaya dan menunjukkan bagaimana sintesis lokal-global di kelas dasar secara signifikan mempengaruhi pembelajaran di Asia Tenggara. Dengan bekerja menggunakan jaringan semantik dan diagram Sankey, transparansi metodologis dan kejelasan konseptual memastikan presisi interpretatif temuan.

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki integrasi kebijaksanaan lokal Jawa sebagai bagian dari pembelajaran yang berorientasi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di sekolah dasar, dilihat dari lima aspek.Integrasi Kebijaksanaan Lokal, Nilai-Nilai Kerjasama, Hubungan Keragaman, Tantangan Implementasi, dan Peningkatan Pembelajaran.Menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh Atlasti 2025, penelitian ini mendokumentasikan pengalaman nyata guru dan siswa, memungkinkan analisis yang menerangi di mana narasi budaya bersinggungan dengan praktik pendidikan kewarganegaraan global.Temuan penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan kurikulum yang responsif budaya terkait dengan TPB.Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan ungguh-ungguh dapat dengan sukses diintegrasikan ke dalam kerangka kerja pembelajaran global.Observasi ini menegaskan relevansi budaya sebagai perangkat sentral, bukan periferal, untuk mempromosikan kesadaran etis, kerjasama, dan pemahaman lintas budaya di sekolah dasar.Pentingnya keterlibatan guru dan agen komunitas dalam menavigasi hambatan struktural, termasuk kurikulum yang kaku dan sumber daya yang terbatas, ditekankan dalam penelitian ini.Praktik inovatif yang digunakan - seperti rencana pelajaran tematik, penilaian alternatif, dan keterlibatan komunitas - menyoroti kemungkinan reformasi dari bawah yang dapat menjadi kontribusi yang menonjol dalam lingkungan Asia Tenggara, di mana keragaman budaya dan kebijakan sentralisasi adalah norma.Sampel penelitian terbatas pada sekolah tertentu di Jawa Timur, sehingga generalisasi hasilnya harus dilakukan dengan hati-hati.Selain itu, temuan kualitatif yang mendalam ini tidak didukung oleh bukti statistik.Batasan-batasan ini harus diakui saat menafsirkan temuan ini untuk aplikasi yang lebih luas.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Penelitian komparatif lintas budaya dan regional: perlu dilakukan penelitian yang membandingkan integrasi nilai-nilai lokal dan pendidikan kewarganegaraan global di berbagai daerah dan budaya. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana konteks budaya yang berbeda mempengaruhi implementasi TPB dan praktik pendidikan yang responsif budaya.. . 2. Desain penelitian longitudinal: penelitian lanjutan dapat mengadopsi desain longitudinal untuk menyelidiki efek jangka panjang dari integrasi budaya-TPB terhadap perkembangan siswa. Studi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pengalaman belajar yang terintegrasi secara budaya dapat berdampak pada perkembangan kognitif, sosial, dan etis siswa.. . 3. Investigasi identitas siswa dan pembangunan profesional guru: penelitian lebih lanjut dapat berfokus pada pengembangan identitas siswa dan pembelajaran profesional guru. Pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana siswa membangun identitas mereka dalam konteks pendidikan yang terintegrasi secara budaya, serta bagaimana guru mengembangkan kompetensi dan rasa percaya diri untuk mengajar dalam cara yang relevan secara budaya, dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap praktik pendidikan yang responsif budaya.

  1. HRMARS - Exploring the Influence of Empathy and Cultural Diversity on Curriculum Development in Early... hrmars.com/IJARBSS/article/view/26060/Exploring-the-Influence-of-Empathy-and-Cultural-Diversity-on-Curriculum-Development-in-Early-Childhood-EducationHRMARS Exploring the Influence of Empathy and Cultural Diversity on Curriculum Development in Early hrmars IJARBSS article view 26060 Exploring the Influence of Empathy and Cultural Diversity on Curriculum Development in Early Childhood Education
Read online
File size694.38 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test