PPICURUGPPICURUG

Langit Biru: Jurnal Ilmiah AviasiLangit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi

Kepatuhan prosedural merupakan determinan kritis keselamatan operasional di aviasi, di mana penyimpangan dari Prosedur Operasional Standar (SOP) dapat meningkat menjadi risiko keselamatan yang serius. Studi ini mengeksplorasi bagaimana budaya keselamatan organisasi memengaruhi perilaku kepatuhan SOP pada calon pelatih aviasi melalui praktik keselamatan instruktur dan internalisasi nilai keselamatan. Menggunakan kerangka kerja Safety Culture–Compliance Behavior (SCCB), studi ini mengintegrasikan perspektif organisasi, instruksional, dan psikologis. Survei lintas sektoral terhadap 275 pelatih aviasi dianalisis menggunakan pengujian reliabilitas, analisis korelasi, regresi ganda, model mediasi serial, dan penilaian bias metode umum. Hasil menunjukkan bahwa budaya keselamatan organisasi secara signifikan memprediksi praktik keselamatan instruktur (B = 0,823, p < 0,001), praktik keselamatan instruktur secara kuat memengaruhi internalisasi keselamatan (B = 0,865, p < 0,001), dan internalisasi keselamatan adalah prediktor terkuat perilaku kepatuhan SOP (B = 0,620, p < 0,001). Analisis mediasi serial membenarkan bahwa budaya keselamatan memengaruhi perilaku kepatuhan SOP melalui jalur bertahap praktik keselamatan instruktur dan internalisasi keselamatan, dengan efek mediasi serial yang signifikan (B = 0,441, 95% CI [0,239, 0,663]). Temuan ini menekankan pentingnya strategi pelatihan keselamatan yang berfokus pada instruktur untuk membangun komitmen psikologis terhadap keselamatan.

Budaya keselamatan organisasi berperan penting dalam membentuk perilaku kepatuhan SOP pada pelatih aviasi melalui interaksi bertahap antara praktik keselamatan instruktur dan internalisasi nilai keselamatan.Internalisasi keselamatan menjadi prediktor utama kepatuhan prosedural, menunjukkan bahwa kesadaran nilai keselamatan secara psikologis lebih penting daripada pengetahuan teknis saja.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih kompleks dengan desain multi-level dan sumber data yang lebih beragam, serta memperkuat hubungan antara kepemimpinan keselamatan dan perilaku kepatuhan melalui pendekatan eksperimental.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kepemimpinan keselamatan instruktur yang berbeda pada internalisasi nilai keselamatan melalui eksperimen lapangan. 2. Analisis perbandingan antara budaya keselamatan di institusi pelatihan aviasi berbeda untuk mengidentifikasi faktor kunci yang meningkatkan kepatuhan prosedural. 3. Pengembangan alat ukur baru yang menggabungkan indikator psikologis dan perilaku untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan keselamatan secara lebih akurat.

  1.  . 0 mdpi.com/2076-328X/15/1/66A 0 mdpi 2076 328X 15 1 66
  2. Vol. 17 No. 01 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi | Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi. http ojs... doi.org/10.54147/langitbiru.v17i01Vol 17 No 01 2024 Langit Biru Jurnal Ilmiah Aviasi Langit Biru Jurnal Ilmiah Aviasi http ojs doi 10 54147 langitbiru v17i01
  3. Proactive Personality and Construction Worker Safety Behavior: Safety Self-Efficacy and Team Member Exchange... mdpi.com/2076-328X/13/4/337Proactive Personality and Construction Worker Safety Behavior Safety Self Efficacy and Team Member Exchange mdpi 2076 328X 13 4 337
  4.  . 0 doi.org/10.3390/su151914070A 0 doi 10 3390 su151914070
Read online
File size591.85 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test