USMUSM

Jurnal TransformatikaJurnal Transformatika

Pra-pemrosesan merupakan tugas dan langkah penting dalam Information Retrieval. Information Retrieval (IR) digunakan untuk memutuskan dokumen mana dalam suatu koleksi yang harus diambil untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Perbandingan ini dilakukan dalam 4 langkah pra-pemrosesan, yaitu Case Folding, Tokenizing, Filtering, dan Stemming. Selama proses belajar-mengajar, semua tahapan pra-pemrosesan ini dilakukan secara manual. Dosen menjelaskan dengan menulis dan menjabarkan kata-kata yang benar satu per satu pada setiap tahapan, dan mahasiswa juga meninjau setiap tahapan secara manual. Simulator dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada. Simulator telah berhasil dibuat dengan menampilkan 6 menu. Simulator ini berhasil mengeluarkan output untuk setiap tahapan sesuai dengan teori manual. Dari hasil kuesioner pengujian, lebih dari 90% responden berpendapat bahwa penggunaan simulator ini memudahkan pengerjaan keempat tahapan pra-pemrosesan teks, sehingga waktu yang dibutuhkan menjadi efisien.

Simulator untuk pembelajaran text pre-processing telah berhasil dibuat dengan menampilkan 6 menu, yaitu menu beranda, bantuan, materi, pre test, simulator, dan post test.Simulator ini juga telah berjalan dengan baik karena telah berhasil mengeluarkan output untuk masing-masing tahapan yang sesuai dengan teori manualnya.Dari hasil kuisioner pengujian, > 90% responden berpendapat bahwa dengan menggunakan simulator ini lebih mempermudah pengerjaan keempat tahapan text pre-processing sehingga waktu yang dibutuhkan juga menjadi efisien.

Untuk memperkuat temuan penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang lebih luas dan komparatif. Studi ini dapat membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan simulator dengan siswa yang belajar secara manual di berbagai kampus, mengukur bukan hanya kepuasan, tetapi juga peningkatan kecepatan pengerjaan, akurasi, dan nilai ujian secara objektif. Hasilnya akan menunjukkan seberapa besar dampak simulator terhadap efisiensi dan kualitas pembelajaran secara lebih pasti. Selain itu, pengembangan fitur simulator bisa diperluas dengan menambahkan kemampuan pemrosesan teks yang lebih modern, seperti identifikasi nama-nama penting (named entity recognition), analisis emosi dalam teks (sentiment analysis), atau dukungan untuk bahasa selain Indonesia. Penambahan ini akan membuat simulator lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan menyiapkan mahasiswa untuk tantangan yang lebih kompleks. Terakhir, perlu juga dilakukan penelitian jangka panjang untuk melihat apakah pengetahuan dan keterampilan yang didapat siswa dari simulator ini bertahan lama dan bagaimana mereka menggunakannya dalam tugas-tugas proyek di masa depan atau di dunia kerja. Ini penting untuk memahami nilai jangka panjang dari simulator sebagai alat bantu pendidikan.

Read online
File size570.39 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test