STTSSTTS

INSYST: Journal of Intelligent System and ComputationINSYST: Journal of Intelligent System and Computation

Penyakit jantung tetap menjadi beban terbesar bagi kesehatan masyarakat global. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan sekitar 17,9 juta jiwa hilang setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular, yang merupakan 32% dari seluruh kematian global. Pengembangan sistem prediksi yang akurat dan andal secara klinis berdasarkan pembelajaran mesin sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan klinis secara dini. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja optimasi komprehensif untuk algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) yang diterapkan pada klasifikasi penyakit jantung menggunakan Dataset Cleveland Heart Disease dari UCI. Meskipun penelitian sebelumnya telah membahas ketidakseimbangan kelas menggunakan Teknik Oversampling Minoritas Sintetis (SMOTE) dan normalisasi fitur melalui Normalisasi Min-Max, belum ada studi yang menyelidiki secara bersamaan efek pemilihan metrik jarak dan optimasi nilai K sistematis dalam konteks data medis yang telah diolah secara pra-proses. Makalah ini memberikan tiga kontribusi: (1) analisis komparatif dari tiga metrik jarak, Euclidean, Manhattan, dan Minkowski (p=3), diterapkan pada KNN setelah pra-proses; (2) identifikasi optimal-K sistematis menggunakan Grid Search dengan Stratified 10-Fold Cross-Validation di seluruh kombinasi skenario metrik; dan (3) studi ablasi terstruktur di empat skenario pra-proses untuk mengkuantifikasi kontribusi individu dan gabungan dari SMOTE dan Normalisasi Min-Max. Eksperimen dilakukan pada 297 sampel dengan 13 fitur klinis. Hasil menunjukkan bahwa model yang paling terarah secara klinis (Skenario C: SMOTE Manhattan, K=9) mencapai akurasi 81,67%, recall 82,14%, dan skor F1 80,70%. Metrik Minkowski dalam skenario gabungan sepenuhnya (D) mencapai AUC tertinggi sebesar 92,47%, dengan nilai K optimal 21, konfigurasi yang sangat berbeda dengan Euclidean dan Manhattan, yang konvergen pada K=1. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan metrik jarak dan optimasi K berinteraksi secara signifikan, menawarkan panduan konfigurasi praktis untuk KNN dalam tugas klasifikasi medis.

Penelitian ini menyajikan kerangka kerja optimasi sistematis untuk algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) yang diterapkan pada klasifikasi penyakit jantung.Tiga temuan utama muncul dari eksperimen pada Dataset Cleveland Heart Disease dari UCI.Pertama, metrik jarak optimal dan nilai K berinteraksi secara non-trivial.menggabungkan SMOTE dan Normalisasi Min-Max menyebabkan Euclidean dan Manhattan konvergen pada K=1 (mengindikasikan overfitting yang disebabkan SMOTE di bawah normalisasi), sedangkan Minkowski (p=3) memilih K=21, menghasilkan AUC yang jauh lebih baik (92,47% vs.Temuan ini secara empiris membenarkan kebutuhan optimasi K yang spesifik metrik.Kedua, pada data yang tidak seimbang secara ringan (rasio 1,17.1), SMOTE saja (Skenario C) outperforms pipeline gabungan sepenuhnya (Skenario D) dalam hal Recall dan Skor F1.Ini menantang asumsi bahwa menumpuk lebih banyak langkah pra-proses selalu meningkatkan kinerja dan menekankan pentingnya memvalidasi secara empiris kontribusi setiap komponen.Ketiga, jarak Manhattan secara konsisten outperforms Euclidean di semua skenario di dataset klinis ini, menyarankan sebagai default yang lebih tepat untuk KNN dalam klasifikasi tabel medis.Temuan ini menawarkan panduan konfigurasi konkret dan dapat diterapkan untuk praktisi yang menerapkan KNN dalam tugas klasifikasi medis.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengvalidasi temuan ini di berbagai sub-dataset penyakit jantung UCI (Hungarian, Swiss, VA Long Beach), menyelidiki varian SMOTE dalam kombinasi dengan metrik jarak yang berbeda, dan mengeksplorasi penjelasan SHAP untuk memberikan prediksi yang dapat dijelaskan untuk penggunaan klinis. Selain itu, studi ini dapat diperluas dengan mengeksplorasi efek pilihan metrik jarak yang berbeda pada kinerja KNN dalam tugas klasifikasi medis, serta menyelidiki bagaimana optimasi nilai K dapat meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Akhirnya, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana SMOTE dan normalisasi fitur dapat digunakan secara efektif dalam skenario ketidakseimbangan kelas yang lebih parah, dan bagaimana mereka dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja klasifikasi.

  1. SMOTE: Synthetic Minority Over-sampling Technique | Journal of Artificial Intelligence Research. smote... jair.org/index.php/jair/article/view/10302SMOTE Synthetic Minority Over sampling Technique Journal of Artificial Intelligence Research smote jair index php jair article view 10302
  2. Reducing bias in coronary heart disease prediction using Smote-ENN and PCA | PLOS One. reducing bias... doi.org/10.1371/journal.pone.0327569Reducing bias in coronary heart disease prediction using Smote ENN and PCA PLOS One reducing bias doi 10 1371 journal pone 0327569
Read online
File size1.01 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test