USMUSM

Jurnal TransformatikaJurnal Transformatika

Pertumbuhan industri di Kendal, Jawa Tengah, mendorong PT. Arum Mandiri Group untuk meningkatkan unit bisnisnya dengan mengoptimalkan sumber daya manusianya. Salah satu peningkatan SDM perusahaan adalah melalui komunikasi kolaboratif antara karyawan dan pimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kolaborasi jaringan komunikasi karyawan di PT. Arum Mandiri Group yang memiliki 3 divisi dengan total 43 orang, menggunakan metode Social Network Analysis (SNA). Parameter yang digunakan dalam studi ini meliputi density, degree centrality, closeness centrality, dan betweenness centrality. Hasil penelitian menunjukkan tingkat density sebesar 14,9%, yang mengindikasikan ikatan yang lemah karena di bawah 50%. Individu nomor 31 memiliki nilai degree centrality tertinggi dengan nilai outdegree 15 dan indegree 10, sedangkan individu nomor 25 memiliki closeness centrality tertinggi dengan nilai inCloseness 50,602 dan outCloseness 27,815. Individu nomor 25 juga memiliki betweenness centrality tertinggi dengan nilai Betweenness 743,194 dan nBetweenness 43,159. Hasil penelitian ini menggambarkan kolaborasi dalam jejaring sosial setiap individu yang terbagi ke dalam tiga divisi kerja, yaitu divisi bengkel sepeda motor, divisi cuci mobil/motor, dan divisi perumahan (properti), yang digambarkan dalam bentuk sosiogram.

Penelitian ini menemukan bahwa kolaborasi karyawan di PT.Arum Mandiri Group menunjukkan ikatan jaringan yang lemah dengan density 14,9%, di mana interaksi cenderung mengelompok pada masing-masing divisi.Aktor 31 (SPV cucian) memiliki degree centrality tertinggi, sementara aktor 25 (front desk bengkel) unggul dalam closeness dan betweenness centrality, menunjukkan perannya sebagai penghubung utama.Hasil ini dapat menjadi dasar kebijakan perusahaan dalam mengidentifikasi calon pemimpin dan mendorong penelitian lebih lanjut untuk menganalisis pola interaksi yang lebih luas.

Mengingat temuan penelitian ini tentang ikatan kolaborasi yang lemah dan kecenderungan pengelompokan interaksi berdasarkan divisi di PT. Arum Mandiri Group, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik. Pertama, perlu dipahami lebih dalam faktor-faktor yang secara fundamental berkontribusi terhadap rendahnya kepadatan jaringan dan pengelompokan kolaborasi yang ada. Ini bisa mencakup pertanyaan mengenai bagaimana perbedaan budaya kerja antar divisi, struktur hierarki yang ada, atau bahkan lokasi fisik kantor memengaruhi keinginan karyawan untuk berinteraksi di luar lingkup divisi mereka. Apakah ada hambatan komunikasi spesifik yang dirasakan karyawan lintas divisi? Penelitian selanjutnya juga dapat merancang dan mengimplementasikan program intervensi yang inovatif, seperti proyek kolaboratif lintas divisi atau platform komunikasi internal yang dirancang khusus, lalu mengevaluasi secara empiris dampak program tersebut terhadap peningkatan kepadatan jaringan dan pembentukan ikatan kolaborasi baru antar bagian. Selain itu, dengan adanya identifikasi aktor kunci dengan sentralitas tinggi dan keberadaan kelompok-kelompok (clique) tertentu, penelitian berikutnya dapat menggali lebih jauh peran dinamis mereka. Sebagai contoh, bagaimana para aktor sentral ini dapat diberdayakan secara strategis untuk menjadi agen perubahan yang memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi lintas divisi, dan bagaimana dampak positif maupun negatif dari clique-clique tersebut terhadap efisiensi kerja dan inovasi di seluruh perusahaan.

Read online
File size581.5 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test