ILOMATAILOMATA
Ilomata International Journal of ManagementIlomata International Journal of ManagementModel bisnis Free-to-Play (F2P) di pasar game digital, yang diwakili oleh Valorant, mengandalkan strategi moneterisasi yang berpusat pada Pembelian Dalam Aplikasi (IAP) barang kosmetik non-fungsional dan battle passes. Berbeda dengan mikrotransaksi fungsional, IAP ini didefinisikan sebagai aset virtual yang menawarkan nilai estetika atau simbolis tanpa memberikan keuntungan mekanik langsung untuk permainan. Studi kuantitatif penjelasan ini mengadopsi teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) untuk menguji pengaruh empat stimuli utama, Keunggulan Kompetitif, Efek Dominasi Estetika, Kelangkaan yang Dirasakan, dan Ekspektasi Validasi Sebaya, pada niat pembelian melalui peran perantara Kesenangan yang Dirasakan. Data dikumpulkan dari 180 pemain aktif Valorant di Indonesia dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa Keunggulan Kompetitif (β = 0,163, p = 0,039), Kelangkaan yang Dirasakan (β = 0,200, p = 0,018), dan Ekspektasi Validasi Sebaya (β = 0,362, p < 0,001) berkontribusi secara signifikan dan positif terhadap Kesenangan yang Dirasakan. Namun, Efek Dominasi Estetika ditemukan tidak signifikan (β = 0,111, p = 0,118), menunjukkan bahwa kompleksitas visual saja tidak menggerakkan kesenangan dalam konteks FPS kompetitif. Kesenangan yang Dirasakan dikonfirmasi sebagai perantara yang signifikan, dengan efektif mengubah stimuli psikologis dan sosial menjadi Niat Pembelian (β = 0,611, p < 0,001). Penelitian ini berkontribusi pada kerangka S-O-R dengan menunjukkan dominasi penanda sosial dan penguasaan atas estetika murni dalam ekosistem game kompetitif. Secara manajerial, pengembang disarankan untuk menerapkan moneterisasi yang bertanggung jawab dengan memprioritaskan sistem pengakuan sosial dan pemicu kelangkaan transparan yang meningkatkan, bukan mengganggu, pengalaman hedonik pemain.
Studi ini menggarisbawahi kesenangan yang dikaitkan dengan kesenangan psikologis sebagai mekanisme pengikat utama yang menghubungkan faktor eksternal dengan niat untuk memperoleh barang non-fungsional dalam lingkungan game video kompetitif.Selain itu, faktor-faktor seperti kondisi psikologis kompetitif, manipulasi kelangkaan, dan validasi yang diharapkan dari sebaya dinikmati dan kemudian berkorelasi positif dengan kesenangan dan niat pembelian, mengonfirmasi hipotesis.Untuk pengembang, ini menunjukkan bahwa pembelian barang kosmetik lebih bergantung pada utilitas psikologis, sosial, dan emosional daripada utilitas fungsional barang tersebut.Di sisi lain, meskipun studi ini awalnya menghipotesiskan dampak negatif dari estetika berlebihan, hasilnya menunjukkan hubungan ini tidak signifikan (β = 0,111, p = 0,118), menunjukkan bahwa kompleksitas visual harus seimbang dengan kejelasan fungsional untuk mempertahankan aliran permainan.Untuk manajer dan pengembang, temuan ini menyarankan bahwa upaya moneterisasi harus memprioritaskan pengakuan sosial dan kesejahteraan pemain.Daripada mengandalkan pemicu psikologis manipulatif, pengembang harus merancang kerangka kerja yang bertanggung jawab, seperti sistem kelangkaan transparan dengan pengungkapan yang jelas, batas pengeluaran, dan periode cooldown.Selain itu, sistem sosial harus fokus pada pembangunan komunitas yang autentik yang memberikan validasi yang bermakna tanpa bergantung pada penandaan otomatis yang invasif.Dengan memastikan keseimbangan estetika dan etika, pengembang dapat menciptakan ekosistem live-service yang berkelanjutan yang menghormati pengalaman hedonik dan otonomi finansial pemain.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mereplikasi model ini di sampel yang lebih beragam dan heterogen, termasuk pemain yang lebih tua, gamer wanita, dan pemain dari berbagai latar belakang budaya. Memperluas studi ke genre game lainnya juga akan membantu menentukan apakah dinamika motivasi serupa mendominasi lingkungan nilai psikologis dan sosial. Para peneliti juga didorong untuk memasukkan variabel kontrol tambahan seperti intensitas keterlibatan game, ketahanan emosional, sifat kompetitif, dan perilaku pengeluaran sebelumnya untuk meningkatkan daya jelaskan. Desain longitudinal juga dapat memberikan wawasan kausal yang lebih kuat tentang bagaimana kesenangan berkembang seiring waktu dan mempengaruhi keputusan pembelian. Selain itu, metode penelitian kualitatif seperti wawancara mendalam atau kelompok fokus disarankan untuk mengeksplorasi alasan psikologis yang mendasari pembelian kosmetik dan memahami temuan yang tidak terduga terkait dominasi estetika dan kompleksitas. Pendekatan seperti itu dapat menjelaskan apakah jenuh visual benar-benar mengganggu aliran atau apakah segmen pemain tertentu menafsirkan estetika yang rumit sebagai sinyal positif eksklusivitas dan prestise. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor yang mendorong niat pembelian barang non-fungsional dalam game kompetitif FPS, dan saran penelitian lanjutan ini akan lebih mendalami pemahaman kita tentang dinamika psikologis dan sosial dalam ekosistem game digital.
| File size | 326.5 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ILOMATAILOMATA Studi ini menerapkan Model Koreksi Kesalahan Vektor (VECM), uji kointegrasi ambang batas, dan analisis kausalitas Granger untuk menangkap penyesuaian simetrisStudi ini menerapkan Model Koreksi Kesalahan Vektor (VECM), uji kointegrasi ambang batas, dan analisis kausalitas Granger untuk menangkap penyesuaian simetris
ILOMATAILOMATA Namun, efek moderasi desentralisasi fiskal mengungkapkan hubungan yang lebih kompleks. Desentralisasi fiskal secara signifikan melemahkan asosiasi positifNamun, efek moderasi desentralisasi fiskal mengungkapkan hubungan yang lebih kompleks. Desentralisasi fiskal secara signifikan melemahkan asosiasi positif
PNJPNJ Lokasi daerah kritis sangat dipengaruhi oleh panjang bentang dan nilai 𝑆𝑜, di mana bentang panjang cenderung menggeser mekanisme kegagalan dari dominasiLokasi daerah kritis sangat dipengaruhi oleh panjang bentang dan nilai 𝑆𝑜, di mana bentang panjang cenderung menggeser mekanisme kegagalan dari dominasi
IBIKIBIK Hasil menunjukkan bahwa manajemen keuangan dan keputusan investasi tidak secara konsisten memengaruhi nilai perusahaan secara langsung tetapi berpengaruhHasil menunjukkan bahwa manajemen keuangan dan keputusan investasi tidak secara konsisten memengaruhi nilai perusahaan secara langsung tetapi berpengaruh
STFTKIJNESTFTKIJNE Penelitian ini menekankan pentingnya teologi pastoral yang berpihak pada mereka yang tersisih, serta peran gereja sebagai agen rekonsiliasi dan pengharapanPenelitian ini menekankan pentingnya teologi pastoral yang berpihak pada mereka yang tersisih, serta peran gereja sebagai agen rekonsiliasi dan pengharapan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Potensi pengendalian sosial kejahatan dapat dilakukan melalui pemolisian problem oriented dan pemolisian komunitas dengan menganalisis sejumlah aspek terkaitPotensi pengendalian sosial kejahatan dapat dilakukan melalui pemolisian problem oriented dan pemolisian komunitas dengan menganalisis sejumlah aspek terkait
UNESAUNESA Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen komputasional dengan penerapan ketiga algoritma pada dataset yang berisi setidaknya 500 produk menggunakanMetode penelitian yang digunakan adalah eksperimen komputasional dengan penerapan ketiga algoritma pada dataset yang berisi setidaknya 500 produk menggunakan
UNUDUNUD Pelaku pengeboman di Bali tahun 2002 dan 2005 dilakukan oleh orang-orang yang terpapar radikalisme, dan tindakannya tidak saja membunuh orang-orang takPelaku pengeboman di Bali tahun 2002 dan 2005 dilakukan oleh orang-orang yang terpapar radikalisme, dan tindakannya tidak saja membunuh orang-orang tak
Useful /
KALIBRAKALIBRA Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis representasi Stuart Hall melalui proses encoding dan decoding. Fokusnya ialah polaPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis representasi Stuart Hall melalui proses encoding dan decoding. Fokusnya ialah pola
KALIBRAKALIBRA Imparsialitas eksekutif merupakan prinsip fundamental dalam pemilu demokratis yang menuntut pemerintah bersikap netral dan tidak menyalahgunakan sumberImparsialitas eksekutif merupakan prinsip fundamental dalam pemilu demokratis yang menuntut pemerintah bersikap netral dan tidak menyalahgunakan sumber
USMUSM Metode kualitatif dengan studi kasus digunakan untuk mengidentifikasi 371 kasus pelanggaran ITE, khususnya pasal 27, 28, dan 29 yang ambigu dalam menindasMetode kualitatif dengan studi kasus digunakan untuk mengidentifikasi 371 kasus pelanggaran ITE, khususnya pasal 27, 28, dan 29 yang ambigu dalam menindas
UNUDUNUD Gastronomi berkelanjutan bagi Bali dan Indonesia itu sangatlah ditentukan oleh hadirnya produk pertanian lokal dan kiriman dari luar Bali. Lestari danGastronomi berkelanjutan bagi Bali dan Indonesia itu sangatlah ditentukan oleh hadirnya produk pertanian lokal dan kiriman dari luar Bali. Lestari dan