UMYUMY

Jurnal Hubungan InternasionalJurnal Hubungan Internasional

Diplomasi publik merupakan cara utama bagi Pesantren sebagai aktor non-negara dengan legitimasi sosial yang besar dan potensi ekonomi. Meskipun tantangannya besar dalam mengoptimalkan pembangunan berkelanjutan, Pesantren meluncurkan Eco-pesantren sebagai pertimbangan untuk gerakan lingkungan dalam mengatasi keamanan pangan dan ekonomi hijau. Selain itu, Eco-pesantren telah diterapkan di beberapa daerah pedesaan, seperti di pulau. Hal ini berkontribusi positif terhadap implementasi diplomasi publik Indonesia, mengingat posisinya yang strategis dalam membangun hubungan, jaringan, dan kolaborasi antara aktor negara dan non-negara di tingkat nasional dan internasional. Hal ini ditunjukkan oleh Nurul Haramain Islamic Boarding School, yang menerapkan Eco-pesantren ke dalam program Haramain Integrated Farming sebagai upaya untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dalam konservasi lingkungan di Pulau Lombok. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi para pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan pemberdayaan lokal melalui pemanfaatan sumber daya potensial, terutama di sektor pertanian, untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan bagi ketahanan pulau.

Haramain Integrated Farming telah menunjukkan bagaimana inisiatif akar rumput dapat menjadi instrumen diplomasi publik yang mempromosikan komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.Sukses Haramain Integrated Farming mencerminkan kemampuan Pesantren Islam untuk tidak hanya berfungsi sebagai institusi keagamaan dan pendidikan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.Temuan ini menunjukkan bahwa inisiatif yang berakar lokal dapat menghasilkan nilai diplomatik yang lebih luas dengan menampilkan praktik pembangunan berkelanjutan Indonesia dan memperkuat citra positifnya secara internasional.Studi ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi, pembangunan kepercayaan, dan keterlibatan masyarakat sebagai elemen kunci diplomasi publik yang efektif.

Berdasarkan temuan, beberapa rekomendasi dapat diajukan. Pertama, institusi pemerintah harus memperkuat kemitraan dengan Pesantren Islam dan organisasi berbasis masyarakat lainnya untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan program konservasi lingkungan. Kedua, pembuat kebijakan harus secara resmi mengakui peran strategis Pesantren Islam sebagai aktor non-negara yang dapat berkontribusi pada tujuan diplomasi publik Indonesia. Ketiga, program pembangunan kapasitas, dukungan keuangan, dan jaringan berbagi pengetahuan harus diperluas untuk meningkatkan keberlanjutan dan skalabilitas inisiatif pertanian terpadu. Akhirnya, model Haramain Integrated Farming harus diulang di daerah lain untuk mempromosikan keamanan pangan, ketahanan ekonomi hijau, dan pembangunan masyarakat berkelanjutan untuk ketahanan Pulau Lombok.

Read online
File size602.7 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test