UNTANUNTAN

JMARS: Jurnal Mosaik ArsitekturJMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur

Pertumbuhan jumlah kepemilikan hewan peliharaan meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi manusia yang pada akhirnya turut mendorong praktik komersialisasi hewan peliharaan. Praktik yang dijalankan oleh breeder atau pet shop cukup sering ditemui mengabaikan aspek kesejahteraan hewan yang diperjual-belikan. Minimnya edukasi dan kesadaran masyarakat akan tanggung jawab kepemilikan hewan peliharaan berakhir menyebabkan peningkatan angka penelantaran, terutama kucing dan anjing yang kerap hidup bebas tanpa pengawasan. Selain itu, kebijakan pengendalian populasi hewan yang belum efektif serta diiringi keterbatasan kapasitas dan operasional tempat penampungan turut memperburuk situasi overpopulasi hewan terlantar. Di Kota Pontianak belum terdapat sebuah fasilitas penampungan hewan yang memadai dan terintegrasi. Oleh sebab itu, perancangan pusat penampungan hewan ini bertujuan untuk menjadi wadah yang tidak hanya sekedar menampung hewan terlantar, tetapi juga merawat, melatih, mengedukasi, dan sarana berinteraksi antara hewan dan manusia. Metode perancangan yang diterapkan mengacu pada 5 langkah perancangan oleh Snyder & Catanese yang mencakup tahap permulaan, persiapan, pengajuan usul, evaluasi, dan tindakan. Pendekatan rancangan yang diterapkan berfokus untuk mengakomodasi perilaku alamiah hewan dengan tema Freedom & Engage yang diterjemahkan dalam bentuk, sirkulasi, hingga fungsi bangunan. Hasil perancangan berupa sebuah fasilitas pusat penampungan hewan yang menekankan aspek edukasi, interaksi hewan-manusia, dan penerapan prinsip perilaku alami hewan sebagai dasar pembentukan ruang.

Tujuan dari perancangan ini adalah guna menghadirkan fasilitas yang fungsional, adaptif terhadap kebutuhan hewan dan manusia, serta berperan sebagai ruang edukatif yang melibatkan komunitas.Proses perencanaan mengacu pada pedoman yang diterbitkan oleh organisasi berbasis hewan seperti Association of Shelter Veterinarians (ASV) dan Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSCPA), baik itu dalam konteks desain hingga rencana manajemen operasional.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi tentang efektivitas desain pusat penampungan hewan di berbagai wilayah dengan kondisi geografis dan sosial berbeda. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam mengenai peran komunitas dalam manajemen dan keberlanjutan operasional penampungan hewan, termasuk strategi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Riset juga dapat fokus pada pengembangan program edukasi berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab kepemilikan hewan, serta evaluasi dampak program tersebut terhadap penurunan angka penelantaran hewan. Studi ini dapat menjadi dasar untuk menciptakan model penampungan hewan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size1.23 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test