UNSIMARUNSIMAR

Mosintuwu Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatMosintuwu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Masalah bullying (perundungan) khususnya di tingkat sekolah menengah atas masih banyak terjadi, tak terkecuali di SMAN 2 Poso Kota Selatan, masalah bullying menjadi isu yang seringkali terjadi terhadap siswa meskipun dalam beberapa kasus masalah bullying terjadi secara terselubung. Kegiatan pendidikan hukum tentang tata cara mencegah dan mengatasi terjadinya bullying di SMAN 2 Poso Kota selatan agar guru dan siswa memahami dan mengetahui upaya-upaya pencegahan dan tata cara mengatasi kasus bully yang terjadi di sekolah dalam rangka mewujudkan kondisi lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman bagi para siswa di sekolah. Yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah guru-guru dan para siswa di SMAN 2 Poso Kota selatan yang berlokasi SMA Negeri 2 Poso Kota Selatan, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada Keluarahan Ranononcu, Kecamatan Poso Kota Selatan di Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan pendidikan hukum dilaksanakan pada bulan Mei 2024 menggunakan metode penyuluhan dengan memberikan tutorial dan diskusi serta praktik cara mengatasi bullying di sekolah. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, adalah meningkatnya kesadaran guru dan siswa akan pentingnya pencegahan dan penanganan terjadinya tindakan bullying terhadap siswa di SMAN 2 Poso kota Selatan serta menerapkan aksi stop bullying di sekolah untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang baik, tertib dan aman.

Berdasarkan hasil kegiatan pendidikan hukum tentang pencegahan bullying (perundungan) di sekolah menengah atas di SMA Negeri 2 Poso Kota Selatan, dapat disimpulkan bahwa pencegahan terhadap tindakan bullying disekolah belum maksimal dilaksanakan.Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap sikap-sikap yang berpotensi terjadinya tindakan bullying di sekolah serta sistem penanganan terhadap kasus bullying yang masih belum sepenuhnya berfungsi dengan baik.Oleh karena itu, disarankan kepada pihak sekolah agar dapat membuat sistem pencegahan bullying di sekolah berupa pesan kepada siswa bahwa sekolah tidak menerima perilaku bully di sekolah dan membangun kebijakan anti bullying.Selain itu, pentingnya menjalin komunikasi efektif antara siswa dan guru serta menyediakan bantuan bagi siswa yang menjadi korban bully di sekolah.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas kebijakan anti-bullying yang diterapkan di sekolah menengah atas melalui analisis data longitudinal. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran lingkungan sosial siswa dalam mempengaruhi perilaku bullying dengan pendekatan kualitatif. Terakhir, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan program pendampingan psikologis yang terstruktur bagi korban bullying, dengan fokus pada penguatan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi empatik.

Read online
File size196.12 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test