UMMATUMMAT

JUSTEKJUSTEK

Sekolah menjadi sarana prasarana yang diperlukan untuk memenuhi Undang-Undang dalam kewajiban pendidikan, sehingga sebaran sekolah perlu menjadi perhatian agar akses menerima pendidikan bagi setiap warga negara dapat terlaksana. Analisis sebaran sekolah menjadi salah satu cara untuk melihat kebutuhan sekolah di suatu wilayah melalui visualisasi sebaran data sekolah di Indonesia, termasuk Kota Bengkulu. Akan tetapi, akses mengenai koordinat sekolah terbatas, sehingga diperlukan metode untuk mendapatkan titik koordinat untuk melakukan pemetaan dan analisis sebaran. Sementara itu, penelitian mengenai pengambilan titik koordinat dari alamat untuk sebaran data sekolah masih sedikit di Indonesia termasuk Kota Bengkulu. Padahal Geocoding dengan R adalah salah satu cara untuk mendapatkan koordinat dari suatu alamat dengan baik. Dengan menggunakan geocoding dan visualisasi menggunakan Google API, mapview, shiny dan fungsi ggplot di R, dapat memperlihatkan variasi sebaran data hasil geocoding sehingga analisis sebaran dapat dilakukan. Hasil visualisasi sebaran data sekolah Kota Bengkulu tampak baik dengan wilayah yang Kecamatan Muara Bangkahulu kekurangan SMA, sementara Teluk Segara, Ratu Agung dan Muara Bangkahulu kekurangan SMP, serta Kecamatan Kampung Melayu dan Sungai Serut kekurangan SD. Visualisasi sebaran data ini akan lebih baik dilakukan dengan mengkombinasikan dari empat metode yaitu Google API, mapview, shiny dan ggplot dikarenakan masing-masing metode menunjukkan kelebihan dan kekurangan tampilan.

Dari hasil penelitian mengenai visualisasi dana analisis spasial data titik sekolah SD, SMP dan SMA Kota Bengkulu menggunakan geocoding dengan R menunjukkan bahwa geocoding dapat dilakukan dengan keterbatasan data berupa alamat masing-masing sekolah.Namun begitu, alamat yang dibutuhkan akan lebih baik jika menggunakan alamat lengkap dari Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, nama Jalan hingga RW dan RT untuk dapat menghasilkan koordinat dari geocoding yang lebih akurat.Penggunaan metode visualisasi menggunakan Google API, fungsi mapview, fungsi shiny dan ggplot dapat digunakan dengan baik untuk memperlihatkan sebaran data titik sekolah hasil geocoding.Tiap metode visualisasi memiliki kelebihan dan kekurangan dalam memperlihatkan informasi detail walaupun hal ini dapat dilakukan eksplorasi lebih jauh mengenai fungsi yang ada.Penggunaan lebih dari satu visualisasi disarankan agar dapat memperlihatkan hasil yang lebih maksimal dan dapat digunakan untuk melakukan komparasi hasil satu sama lain sehingga didapatkan variasi analisis yang lebih beragam.Secara umum, semua visualisasi menunjukkan bahwa Kecamatan Teluk Segara, Ratu Samban, Ratu Agung, Gading Cempaka dan Singaran Pati memiliki konsentrasi sebaran sekolah yang lebih padat dibandingkan dengan wilayah kecamatan lain.Meski begitu jika melihat berdasarkan jenis sekolahnya, Kecamatan Teluk Segara, Ratu Agung dan Muara Bangkahulu memiliki kekurangan sebaran SMP sedangkan Kecamatan Kampung Melayu dan Sungai Serut tampak memiliki kekurangan sebaran SD.Sementara titik SMA tampak di setiap kecamatan meskipun Kecamatan Sungai Serut, Kampung Melayu dan Selebar memeiliki titik sebaran SMA yang lebih sedikit dibandingkan wilayah lainnya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan metode visualisasi yang lebih interaktif dan detail, seperti menggunakan fungsi shiny atau mapview untuk menampilkan informasi per titik secara interaktif, serta mengeksplorasi fungsi ggplot untuk menampilkan batas kecamatan dengan lebih jelas. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian mengenai pengaruh penggunaan alamat lengkap pada akurasi hasil geocoding, dan bagaimana metode geocoding dapat digunakan untuk memetakan fasilitas pendidikan lainnya di Kota Bengkulu.

Read online
File size666.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test