ST3BST3B

JURNAL IMPARTAJURNAL IMPARTA

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan agama dalam membentuk karakter Kristiani yang tangguh di era Society 5.0, di mana perkembangan teknologi dan informasi menghadirkan tantangan kompleks. Pendidikan agama berperan penting dalam membangun ketahanan mental dan sosial, serta memberikan fondasi moral yang kuat bagi generasi muda. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 70% remaja di Indonesia mengalami tekanan mental akibat cepatnya perkembangan teknologi, menekankan pentingnya pendidikan yang holistik. Temuan Universitas Kristen Satya Wacana mengungkapkan bahwa siswa yang aktif dalam pendidikan agama memiliki perilaku sosial lebih positif. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pendidikan agama meningkat 40% selama pandemi COVID-19, membuka peluang untuk pembelajaran inovatif. Namun, hanya 30% guru pendidikan agama yang memiliki pelatihan khusus, sehingga diperlukan reformasi sistem pendidikan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama yang efektif dapat membentuk karakter Kristiani yang siap menghadapi tantangan era Society 5.0.

Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter Kristiani yang tangguh di era Society 5.0, di mana perkembangan teknologi dan informasi membawa tantangan yang signifikan.Pendidikan agama berkontribusi besar dalam membangun ketahanan mental, sosial, dan moral generasi muda.Bukti empiris menunjukkan bahwa pendidikan agama yang efektif mendorong perilaku sosial yang lebih positif, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian Universitas Kristen Satya Wacana.Selain itu, penggunaan teknologi dalam pendidikan agama meningkat secara signifikan selama pandemi COVID-19, menciptakan peluang untuk metode pembelajaran yang lebih inovatif.Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal kualitas pengajaran, mengingat hanya sebagian kecil guru yang memiliki pelatihan khusus.Oleh karena itu, reformasi dalam sistem pendidikan diperlukan untuk mendukung pengembangan guru dan meningkatkan efektivitas pendidikan agama.

Pertama, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan guru pendidikan agama yang terintegrasi dengan teknologi digital, seperti pembelajaran berbasis platform online. Kedua, perlu diexplore bagaimana nilai-nilai Kristiani dapat digunakan untuk mengatasi tantangan etika digital seperti disinformasi dan polarisasi sosial di era Society 5.0. Ketiga, penelitian bisa mengeksplorasi peran komunitas gereja dalam membentuk karakter Kristiani melalui kegiatan sosial yang berbasis teknologi, seperti media sosial atau aplikasi interaktif. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperkuat relevansi pendidikan agama dalam menghadapi dinamika masyarakat modern sambil mempertahankan nilai-nilai spiritual yang kokoh.

Read online
File size157.01 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test