ULBIULBI

ImproveImprove

Sektor perkebunan karet di Kabupaten Tanah Laut menghadapi ketidakpastian dalam menentukan waktu optimal pengentalan cairan getah tanaman yang berdampak pada penurunan kualitas kadar karet kering. Petani umumnya masih mengandalkan intuisi subjektif, sementara solusi pemantauan berbasis halaman jejaring web sulit diakses karena kendala sinyal di area perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemantauan berat dan tingkat kekentalan getah secara waktu nyata berbasis internet, yang terintegrasi dengan aplikasi robot berbasis teks sebagai media notifikasi yang ringan dan responsif. Metode kuantitatif eksperimental dengan pengujian langsung di lapangan pada lima pohon karet produktif di Desa Sumber Mulia. Sistem ini menggunakan sensor pembaca massa dan modul penguat sinyal analog ke digital untuk mengukur berat getah, mikrokontroler sebagai unit pemroses, serta baterai kering domestik sebagai sumber daya portabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengunggah kode program dan mengintegrasikan seluruh komponen perangkat keras dengan antarmuka lokal serta robot teks tanpa kesalahan. Berdasarkan logika sistem, alat mampu mendeteksi penghentian tetesan getah jika tidak ada kenaikan berat selama lima menit dan mendeteksi kondisi siap panen ketika terjadi penyusutan berat sebesar dua puluh persen dari berat maksimum akibat penguapan alami. Informasi status dan estimasi berat akhir dikirimkan secara otomatis ke ponsel petani. Alat ini berkontribusi dalam mengubah sistem pengolahan getah konvensional menjadi keputusan berbasis data guna menjaga stabilitas kualitas karet.

Sistem informasi monitoring massa lateks berbasis Internet of Things yang memanfaatkan mikrokontroler, sensor massa, dan modul penguat sinyal telah berhasil diintegrasikan dengan antarmuka lokal serta bot aplikasi pesan instan secara fungsional tanpa adanya kesalahan program.Penerapan logika ambang batas terbukti sangat efektif dalam mereplikasi kondisi riil di lapangan, di mana sistem mampu mengidentifikasi fase berhenti menetes melalui indikator jeda waktu lima menit tanpa kenaikan berat, sekaligus mendeteksi fase siap panen yang ditandai oleh penyusutan massa sebesar dua puluh persen dari titik maksimumnya.Tingkat akurasi sensor massa yang dirancang juga terbukti sangat presisi untuk lingkungan luar ruangan karena hanya memiliki rata-rata nilai kesalahan fisis sebesar 0,46%.

Penelitian lanjutan dapat mengintegrasikan sistem ini dengan platform awan internet untuk memungkinkan pemantauan data dari jarak jauh tanpa batasan jaringan lokal. Selain itu, perlu dilakukan pengujian validasi dalam skala besar dengan durasi pengamatan lebih panjang untuk melihat konsistensi sensor. Terakhir, penelitian tentang optimalisasi efisiensi konsumsi daya sangat disarankan, misalnya melalui penerapan mode tidur (deep sleep) pada mikrokontroler untuk memperpanjang masa pakai baterai kering saat digunakan di area perkebunan.

Read online
File size481.66 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test