SHANTIBHUANASHANTIBHUANA

Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)

Laboratorium menjadi hal yang sangat penting di sekolah untuk melaksanakan kegiatan praktikum. Standar kriteria laboratorium yang ideal tercantum dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007 dan Permendikbud No. 8 Tahun 2018. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui profil laboratorium IPA dan kompetensi guru pengelola laboratorium ditinjau dari pelaksanaan praktikum IPA selama masa pandemi di SMP Negeri 2 Karangdowo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium IPA berdasarkan Permendiknas No 24 Tahun 2007 dan Permendikbud No 8 Tahun 2018 memperoleh persentase masing-masing: a) ruang laboratorium 100% (sangat baik), b) sarana perabot laboratorium 85,7% (sangat baik), c) Peralatan pendidikan 60% (cukup). d) alat-alat percobaan 72,2% (baik), e) media pendidikan 100% (sangat baik), f) bahan habis pakai 76,9% (baik), f) peralatan lain 80% (baik). Simpulan penelitian ini adalah profil laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Karangdowo termasuk kategori baik dengan persentase rata-rata 79,1% dari 100% standar minimum yang tercantum dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007 dan Permendikbud No. 8 Tahun 2018.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa profil laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Karangdowo berada dalam kategori baik.Kesesuaian ini mencapai 79,1% dari standar minimum yang ditetapkan dalam Permendiknas No.Standar tersebut mencakup aspek-aspek penting seperti ruang laboratorium, sarana perabot, peralatan pendidikan, alat-alat percobaan, media pendidikan, bahan habis pakai, dan peralatan lainnya.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam aspek-aspek pengelolaan laboratorium dan implementasi praktikum IPA pasca-pandemi, terutama mengingat tantangan yang dihadapi selama masa pembelajaran blended learning. Pertama, sangat dianjurkan untuk melakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai program pelatihan manajemen laboratorium yang komprehensif. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi model pelatihan terbaik yang dapat meningkatkan kompetensi guru IPA sebagai pengelola laboratorium, terutama di sekolah yang tidak memiliki tenaga laboran khusus, sehingga mereka dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada. Kedua, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk menganalisis secara kuantitatif dampak jangka panjang dari ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium yang belum memenuhi standar ideal — misalnya, terkait dengan peralatan pendidikan atau alat percobaan yang masih kurang lengkap — terhadap capaian hasil belajar kognitif dan pengembangan keterampilan proses sains pada siswa. Studi ini dapat membandingkan kondisi siswa yang terpapar pada lingkungan laboratorium dengan fasilitas yang berbeda. Terakhir, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi guru IPA dan siswa tentang hambatan serta peluang dalam mengintegrasikan kegiatan praktikum ke dalam kurikulum pembelajaran sehari-hari, khususnya setelah pengalaman praktikum yang terbatas selama pandemi. Fokus juga bisa diberikan pada pengembangan panduan atau modul praktikum inovatif yang memanfaatkan peralatan yang saat ini jarang digunakan atau belum tersedia secara optimal, guna memastikan pembelajaran IPA menjadi lebih kontekstual, menarik, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

  1. 404 Not Found. vol journal educational learning innovation elia volume nomor jurnal dikelola institut... doi.org/10.46229/elia.v3i1404 Not Found vol journal educational learning innovation elia volume nomor jurnal dikelola institut doi 10 46229 elia v3i1
  2. DOI Name 10.2425 Values. doi name values index type timestamp data hs admin 46z handle na create hdl... doi.org/10.2425DOI Name 10 2425 Values doi name values index type timestamp data hs admin 46z handle na create hdl doi 10 2425
Read online
File size3.39 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test