MAN4KOTAPEKANBARUMAN4KOTAPEKANBARU

Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan HumanioraTakuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora

Pengembangan kurikulum sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan pasar kerja, terutama di tengah kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan fokus khusus pada strategi implementasi dan model evaluasi kurikulumnya. Menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif, data dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk dokumen, jurnal, buku, dan artikel akademik. Temuan menunjukkan bahwa kurikulum PAI berbasis OBE berorientasi pada pencapaian capaian pembelajaran spesifik (CPL) melalui penggunaan metode studi kasus dan pembelajaran berbasis proyek. Model Evaluasi Discrepancy Provus digunakan untuk menilai keselarasan implementasi kurikulum dengan standar yang ditetapkan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya desain kurikulum PAI yang lebih kontekstual dan responsif dalam mengatasi tantangan abad ke-21. Studi ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru tentang strategi OBE dan penyesuaian struktur kurikulum agar lebih selaras dengan tuntutan profesional yang berkembang.

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Outcome-Based Education (OBE) merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.Pendekatan ini memastikan nilai-nilai keislaman terintegrasi dengan pengembangan kompetensi profesional dan karakter melalui strategi pembelajaran seperti *case method* dan *project-based learning*, serta evaluasi terukur menggunakan model Provus.Implementasi OBE menghasilkan kurikulum PAI yang lebih adaptif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja, mereformulasi visi pendidikan Islam di Indonesia.

Penelitian ini secara konseptual menganalisis integrasi Outcome-Based Education (OBE) dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Untuk memperdalam pemahaman, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan. Pertama, penting untuk menguji secara langsung di lapangan (empiris) bagaimana kurikulum PAI berbasis OBE ini benar-benar berjalan di berbagai kampus. Kita perlu tahu seberapa efektif pendekatan ini dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah mahasiswa ketika menghadapi isu-isu keagamaan modern. Studi kasus di beberapa perguruan tinggi yang sudah menerapkan OBE bisa memberikan gambaran nyata tentang keberhasilan dan tantangan yang mereka hadapi. Kedua, karena peran dosen sangat sentral, penelitian bisa menggali lebih dalam tentang kesiapan dosen PAI dalam menerapkan strategi pembelajaran OBE, seperti metode studi kasus dan pembelajaran berbasis proyek. Kita bisa mencari tahu pelatihan seperti apa yang paling dibutuhkan dan efektif untuk para dosen, agar mereka bisa mengajar PAI dengan cara yang modern dan relevan tanpa melupakan nilai-nilai Islam. Ketiga, untuk melihat dampak jangka panjang, akan sangat berharga jika dilakukan penelitian tentang bagaimana lulusan PAI yang belajar dengan kurikulum OBE ini benar-benar diserap oleh dunia kerja atau berkontribusi di masyarakat. Melalui survei alumni atau wawancara dengan pemberi kerja, kita bisa menilai apakah kurikulum OBE berhasil membentuk lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal nilai-nilai keislaman yang kuat. Ini akan membantu menyempurnakan kurikulum agar selalu relevan.

  1. Pendekatan outcome-based education dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam: Studi implementasi dan evaluasi... doi.org/10.56113/takuana.v4i1.86Pendekatan outcome based education dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam Studi implementasi dan evaluasi doi 10 56113 takuana v4i1 86
Read online
File size541.19 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test