MAN4KOTAPEKANBARUMAN4KOTAPEKANBARU

Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan HumanioraTakuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora

Artikel ini mengeksplorasi dua pendekatan utama dalam tafsir al-Quran, yaitu metode al-Muqaran (perbandingan) dan al-Mawdhui (tematik). Metode al-Muqaran membandingkan interpretasi dari berbagai mufasir atau ayat-ayat yang membahas tema serupa untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan perspektif hermeneutik. Sebaliknya, metode al-Mawdhui mengumpulkan seluruh ayat al-Quran terkait suatu tema dan menganalisisnya secara holistik untuk membangun pemahaman terpadu. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode saling melengkapi: al-Muqaran memperkaya dialog antar-tekstual dan antar-mufasir, sedangkan al-Mawdhui memberikan wawasan sistematis terhadap isu kontemporer. Kesimpulan menegaskan bahwa kedua pendekatan penting dalam memenuhi kebutuhan epistemologis dan praktis studi tafsir modern.

Metode tafsir al-Muqaran dan al-Mawdhui memiliki karakter epistemologis dan metodologis yang berbeda namun saling melengkapi.Al-Muqaran fokus pada analisis komparatif antar-interpretasi atau antar-ayat dengan tema serupa, sementara al-Mawdhui mengumpulkan dan menyintesiskan ayat-ayat terkait satu tema untuk analisis menyeluruh.Kedua metode tidak saling meniadakan, tetapi dapat menjadi instrumen saling melengkapi dalam konstruksi makna.Integrasi keduanya dalam studi tafsir modern sangat disarankan untuk menghasilkan pemahaman al-Quran yang lebih kaya, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penggunaan teknologi AI untuk mempercepat analisis perbandingan interpretasi tafsir al-Muqaran secara sistematis. Selain itu, perlu ada studi lebih dalam tentang penggunaan metode al-Mawdhui dalam konteks sosial dan politik modern, khususnya dalam menghadapi isu seperti keadilan ekonomi atau moderasi beragama. Terakhir, penelitian interdisciplinary yang menggabungkan pendekatan hermeneutika dan sosiologi agama dapat membantu memahami dinamika interpretasi al-Quran dalam masyarakat multikultural.

  1. Kearifan lokal dalam praktik sosial-religius: Kajian tradisi Berateb Kampung masyarakat Kuala Alam |... ejurnal.man4kotapekanbaru.sch.id/takuana/article/view/118Kearifan lokal dalam praktik sosial religius Kajian tradisi Berateb Kampung masyarakat Kuala Alam ejurnal man4kotapekanbaru sch takuana article view 118
Read online
File size497.99 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test