UM MetroUM Metro

Jurnal Renvoi: Jurnal Hukum dan SyariahJurnal Renvoi: Jurnal Hukum dan Syariah

Konstitusi sebagai hukum dasar tertinggi di Indonesia mengatur hak-hak fundamental, struktur kelembagaan negara, dan prinsip-prinsip umum dalam pembuatan kebijakan publik. Di sisi lain, kebijakan publik merupakan instrumen pemerintah untuk menerjemahkan mandat konstitusional menjadi program-program konkret yang berdampak pada masyarakat. Artikel ini menganalisis hubungan antara konstitusi dan kebijakan publik serta implikasinya terhadap penegakan hukum di Indonesia. Fokus utama adalah bagaimana konstitusi membatasi dan mengarahkan kebijakan publik, serta peran lembaga negara dalam memastikan penegakan hukum yang adil sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusional. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris, dengan menganalisis kasus-kasus penegakan hukum yang dipengaruhi oleh kebijakan publik dan peran Mahkamah Konstitusi dalam meninjau konstitusionalitas kebijakan publik.

Konstitusi memiliki peran fundamental sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan publik dan penegakan hukum di Indonesia.Setiap kebijakan publik yang dihasilkan oleh pemerintah harus tunduk pada prinsip-prinsip konstitusional untuk memastikan bahwa hak-hak dasar warga negara terlindungi dan pemerintahan berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.Judicial review, sebagai mekanisme pengawasan konstitusional, memainkan peran penting dalam mengontrol dan mengoreksi kebijakan publik yang bertentangan dengan konstitusi.Secara keseluruhan, keberhasilan penegakan hukum di Indonesia sangat bergantung pada bagaimana kebijakan publik dirumuskan dan diimplementasikan sesuai dengan nilai-nilai konstitusional.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak implementasi teknologi digital dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi proses penegakan hukum, terutama dalam sistem desentralisasi. Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut tentang mekanisme partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya melalui platform digital yang inklusif. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran lembaga negara non-yudikatif dalam menjaga keseimbangan kekuasaan, serta membandingkan pendekatan judicial review di Indonesia dengan negara lain untuk memperkuat kerangka hukum nasional. Tantangan seperti konflik kepentingan antar-lembaga dan rendahnya pemahaman konstitusi di kalangan birokrat juga bisa menjadi fokus studi kasus untuk mengembangkan solusi praktis. Dengan memperhatikan dinamika politik dan perubahan kebijakan, penelitian lanjutan dapat membantu memastikan kebijakan publik tetap berbasis konstitusi dan berorientasi pada keadilan sosial.

  1. Masyarakat Sebagai Pilar Penegakan Hukum: Konstitusi Kritis Warga Negara | Indo-MathEdu Intellectuals... ejournal.indo-intellectual.id/index.php/imeij/article/view/1064Masyarakat Sebagai Pilar Penegakan Hukum Konstitusi Kritis Warga Negara Indo MathEdu Intellectuals ejournal indo intellectual index php imeij article view 1064
  2. Aktualisasi nilai-nilai pancasila dan konstitusi melalui pelokalan kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM)... doi.org/10.47679/ib.2021136Aktualisasi nilai nilai pancasila dan konstitusi melalui pelokalan kebijakan Hak Asasi Manusia HAM doi 10 47679 ib 2021136
Read online
File size355.62 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test