Q2LIIQ2LII

JURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANJURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATAN

Gizi selama kehamilan berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Masalah gizi pada ibu hamil meliputi kekurangan energi kronis, anemia, rendahnya keragaman makanan, kekurangan zat gizi mikro, serta kenaikan berat badan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status gizi, asupan zat gizi, dan dampaknya terhadap kesehatan ibu hamil serta hasil kehamilan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, Scopus, dan Portal Garuda. Artikel yang digunakan berbahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan pada tahun 2020–2025, tersedia dalam bentuk teks lengkap, dan membahas gizi pada ibu hamil. Data dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekurangan energi, protein, zat besi, asam folat, kalsium, serta rendahnya keragaman makanan meningkatkan risiko anemia, gangguan pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah, bayi kecil menurut usia kehamilan, dan kelahiran prematur. Sebaliknya, kenaikan berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko diabetes gestasional, hipertensi, preeklamsia, makrosomia, dan persalinan sesar. Intervensi yang efektif meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam, suplementasi zat besi dan asam folat, pemantauan kenaikan berat badan, konseling gizi, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil berisiko kekurangan gizi. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan gizi yang optimal selama kehamilan sangat penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan meningkatkan hasil kehamilan.

Berdasarkan hasil literatur review, status gizi ibu hamil memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan ibu dan hasil kehamilan.Kekurangan energi, protein, zat besi, asam folat, kalsium, rendahnya keragaman makanan, dan anemia dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.Intervensi yang efektif meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam, suplementasi zat besi dan asam folat, pemantauan kenaikan berat badan, konseling gizi, serta pemberian makanan tambahan energi dan protein seimbang bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi.Intervensi tersebut perlu dilaksanakan secara terpadu melalui pelayanan antenatal agar kebutuhan gizi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu hamil.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang dari kekurangan gizi selama kehamilan terhadap perkembangan kognitif anak. Selain itu, perlu diteliti efektivitas pendekatan kultural dalam meningkatkan keragaman makanan ibu hamil di daerah dengan pola makan tradisional. Penelitian juga dapat mengkaji peran komunitas dalam memfasilitasi akses makanan bergizi dan edukasi gizi bagi ibu hamil di daerah pedesaan. Ketiga saran ini menggabungkan aspek biologis, sosial, dan lingkungan untuk memperluas pemahaman tentang penanganan masalah gizi selama kehamilan.

  1. 0. 0 doi.org/10.46658/JBIMES-20-010 0 doi 10 46658 JBIMES 20 01
Read online
File size429.51 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test