PUBLINEPUBLINE

Primary Journal of Multidisciplinary ResearchPrimary Journal of Multidisciplinary Research

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media digital storytelling berbasis tradisi lisan Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam meningkatkan kelancaran dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan model instruksional yang tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara tetapi juga mengintegrasikan konten budaya yang relevan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol pretest-posttest digunakan. Sampel terdiri dari dua kelas siswa SMP yang dipilih melalui pengambilan sampel acak berkelompok. Kelompok eksperimen diajarkan menggunakan media digital storytelling yang dikembangkan dari cerita rakyat NTB (seperti Legenda Putri Mandalika dan Gumi Paer Lombok), sementara kelompok kontrol menerima instruksi konvensional tanpa elemen digital atau konten budaya lokal. Data dikumpulkan menggunakan rubrik kelancaran berbicara (meliputi kelancaran, jeda, akurasi, dan laju ucapan) dan kuesioner skala Likert yang menilai kepercayaan diri berbicara. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam hal kelancaran dan kepercayaan diri berbicara (p < 0.05). Implementasi digital storytelling berbasis NTB ditemukan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, meningkatkan partisipasi siswa, dan memperkuat identitas budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris. Secara kesimpulan, media digital storytelling berbasis tradisi lisan NTB efektif dalam meningkatkan kelancaran dan kepercayaan diri siswa, sehingga menjadi rekomendasi sebagai media pembelajaran inovatif dan kontekstual yang relevan untuk sekolah Indonesia.

Penelitian ini menegaskan bahwa Digital Storytelling (DST) berbasis tradisi lisan NTB efektif meningkatkan kelancaran dan kepercayaan diri berbicara siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL).Integrasi unsur budaya lokal melalui cerita rakyat NTB tidak hanya memperkaya konten narasi tetapi juga meningkatkan keterlibatan emosional siswa, sehingga berdampak positif pada kelancaran dan keberanian mereka dalam berbicara.Selain itu, pendekatan DST mendukung berbagai aspek penting seperti motivasi belajar, kolaborasi, kreativitas, dan kesadaran metalinguistik, serta disarankan untuk penelitian lanjutan mengenai efektivitas DST pada keterampilan berbahasa lainnya.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang DST terhadap retensi bahasa dan penguatan identitas budaya siswa. Selain itu, studi bisa mengkaji penerapan DST di tingkat pendidikan tinggi untuk mengevaluasi adaptabilitasnya dalam konteks yang lebih kompleks. Terakhir, peneliti dapat membandingkan efektivitas DST dengan integrasi tradisi lokal dari wilayah lain di Indonesia untuk memahami perbedaan konteks budaya dalam meningkatkan keterampilan berbahasa.

Read online
File size820.65 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test