STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR

jurnal keperawatan komprehensifjurnal keperawatan komprehensif

Depresi pada remaja awal dapat mempengaruhi perkembangan sosial, akademik, dan psikologis. Gaya pengasuhan adalah salah satu faktor keluarga yang terkait dengan gejala depresi pada remaja. Penelitian ini berfokus pada remaja awal di SMP Negeri 3 Satu Atap Sumberlawang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara gaya pengasuhan dan tingkat depresi pada remaja awal. Penelitian ini menggunakan desain korelasional kuantitatif dengan metode cross-sectional dan dilakukan pada siswa berusia 12-14 tahun di SMP Negeri 3 Satu Atap Sumberlawang. Sebanyak 146 siswa termasuk dalam sampel menggunakan teknik total sampling. Peserta yang memenuhi syarat adalah siswa kelas VII, VIII, dan IX yang bersedia berpartisipasi, memberikan persetujuan remaja, dan memiliki persetujuan orang tua/wali; siswa yang menolak berpartisipasi atau berusia lebih dari 14 tahun dikecualikan. Gaya pengasuhan dinilai menggunakan Parental Authority Questionnaire (PAQ), dan tingkat depresi dinilai menggunakan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Skor total PHQ-9 berkisar dari 0 hingga 27 dan dikategorikan sebagai tidak depresi/minimal, ringan, sedang, sedang berat, dan berat depresi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki gaya pengasuhan demokratis (75/146; 51,4%). Kategori depresi terbesar adalah tidak depresi/minimal (41/146; 28,1%). Gaya pengasuhan secara signifikan terkait dengan tingkat depresi, χ²(8) = 49,80, p < 0,001, Cramers V = 0,413, yang menunjukkan asosiasi moderat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gaya pengasuhan demokratis terkait dengan tingkat depresi yang lebih rendah, sedangkan gaya pengasuhan otoriter dan permisif terkait dengan tingkat depresi yang lebih tinggi.

Gaya pengasuhan demokratis terkait dengan tingkat depresi yang lebih rendah, sedangkan gaya pengasuhan otoriter dan permisif terkait dengan tingkat depresi yang lebih tinggi.Karena penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, temuan menunjukkan asosiasi dan tidak menetapkan kausalitas.Orang tua dan sekolah harus mendukung kesehatan mental remaja melalui komunikasi yang tepat, pengawasan, dan dukungan emosional.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal untuk menyelidiki hubungan kausal antara gaya pengasuhan dan depresi pada remaja awal. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kesehatan mental remaja, seperti stres akademik, hubungan sebaya, pengalaman bullying, konflik keluarga, dukungan sosial, dan kemampuan coping individu. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme neurofisiologis yang mungkin terlibat dalam hubungan antara gaya pengasuhan dan depresi pada remaja. Dengan memahami faktor-faktor ini secara lebih mendalam, intervensi dan strategi pendukung yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk mendukung kesehatan mental remaja dan mengurangi risiko depresi.

  1. Depresi Remaja di Indonesia: Penyebab dan Dampaknya | Putri | JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI... jurnal.poltekkespangkalpinang.ac.id/index.php/jkp/article/view/502Depresi Remaja di Indonesia Penyebab dan Dampaknya Putri JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI jurnal poltekkespangkalpinang ac index php jkp article view 502
  2. Hubungan Jenis Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Kejadian Depresi Pada Remaja Usia 16–18 Tahun... jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/668Hubungan Jenis Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Kejadian Depresi Pada Remaja Usia 16Ae18 Tahun jurnal jomparnd index php jkj article view 668
Read online
File size861.74 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test