WIDYATAMAWIDYATAMA
English Journal Literacy UtamaEnglish Journal Literacy UtamaMakalah ini yang berjudul “Foreigner Talk in Conversation from YouTube Channel Abroad in Japan menjelaskan penyesuaian bahasa yang digunakan oleh penutur asli untuk menyapa penutur non-asli yang dikenal sebagai Foreigner Talk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis input yang dimodifikasi dan jenis interaksi yang dimodifikasi dari Foreigner Talk. Teori utama berasal dari Ellis (1986) dan Long (1981). Sumber data diambil dari ucapan dalam 2 video dari saluran YouTube “Abroad in Japan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, yang menggambarkan data yang dikumpulkan dan menarik kesimpulan secara umum. Langkah-langkah yang diambil adalah menonton video, memilih video, menemukan Foreigner Talk, mentranskripsi, mengkategorikan data, mengidentifikasi Foreigner Talk yang terdiri dari 3 jenis input yang dimodifikasi dan 9 jenis interaksi yang dimodifikasi, kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua jenis input yang dimodifikasi yang sering digunakan oleh penutur asli dalam video 1, yaitu Foreigner Talk Gramatikal dan Ungramatikal (36%) serta Foreigner Talk Tanpa Input (36%). Jenis input yang dimodifikasi yang paling sering digunakan dalam video 2 adalah Foreigner Talk Gramatikal (57%). Jenis interaksi yang dimodifikasi, yang paling sering digunakan di kedua video, adalah pemeriksaan konfirmasi (confirmation check), di video 1 terdapat 11 data (47%) dan di video 2 terdapat 9 data (34%).
Penelitian ini mengidentifikasi tiga jenis input yang dimodifikasi dalam Foreigner Talk—yaitu Gramatikal, Gramatikal dan Ungramatikal, serta Tanpa Input—dan menemukan bahwa Video 1 cenderung menggunakan input Gramatikal/Ungramatikal dan Tanpa Input secara setara, sementara Video 2 secara dominan menggunakan input Gramatikal.Selain itu, penelitian juga mengidentifikasi sembilan jenis interaksi yang dimodifikasi, dengan temuan utama bahwa pemeriksaan konfirmasi (confirmation check) adalah jenis interaksi yang paling sering digunakan di kedua video.Secara kuantitatif, penggunaan pemeriksaan konfirmasi ini signifikan, mencapai 47% di Video 1 dan 34% di Video 2, yang menunjukkan perannya yang sentral dalam negosiasi makna antara penutur asli dan non-asli.
Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan temuan ini dengan membandingkan pola Foreigner Talk di berbagai saluran YouTube yang memiliki konteks berbeda, seperti vlog perjalanan versus kelas bahasa online. Ini penting untuk melihat bagaimana tujuan percakapan dan demografi audiensi mempengaruhi jenis input dan interaksi yang dimodifikasi oleh penutur asli. Selain itu, sebuah studi fokus dapat menyelidiki seberapa efektif berbagai modifikasi, seperti pemeriksaan konfirmasi yang paling sering ditemukan, dalam benar-benar meningkatkan pemahaman penutur non-asli. Daripada hanya mengidentifikasi keberadaannya, penelitian ini bisa mengukur tingkat pemahaman sebelum dan setelah modifikasi diterapkan untuk membuktikan dampaknya secara langsung. Pertanyaan penelitian yang menarik adalah apakah ada korelasi antara frekuensi modifikasi tertentu dengan tingkat kesuksesan komunikasi. Terakhir, penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang disebutkan dalam latar belakang tetapi tidak dianalisis dalam data ini, seperti apakah perbedaan usia atau tingkat keakraban antara pembicara secara signifikan mengubah frekuensi penggunaan Foreigner Talk yang gramatikal dibandingkan dengan yang tidak gramatikal. Hal ini akan memberikan wawasan yang jauh lebih dalam tentang dinamika sosial yang mendasari proses akuisisi bahasa kedua di platform digital.
| File size | 167.66 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
EDUCASIAEDUCASIA 510. These findings indicate that the use of AI technology can serve as a learning-support tool that helps students understand academic concepts, organize510. These findings indicate that the use of AI technology can serve as a learning-support tool that helps students understand academic concepts, organize
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO A geoboard is a simple but effective teaching aid that can help students understand geometric concepts through exploration and visualization activities.A geoboard is a simple but effective teaching aid that can help students understand geometric concepts through exploration and visualization activities.
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Data were collected through classroom observations, student assessments, and feedback from both students and teachers. The findings indicate that interactiveData were collected through classroom observations, student assessments, and feedback from both students and teachers. The findings indicate that interactive
UISUUISU Metode yang digunakan meliputi kuesioner dan wawancara; sebanyak tiga puluh guru berpartisipasi dalam kuesioner, lima belas guru mengisi bagian demografis,Metode yang digunakan meliputi kuesioner dan wawancara; sebanyak tiga puluh guru berpartisipasi dalam kuesioner, lima belas guru mengisi bagian demografis,
WIDYATAMAWIDYATAMA Sebagai produk akhir penelitian ini, program yang telah direvisi – dengan eliminasi topik yang tidak perlu dan penyesuaian durasi – diharapkan dapatSebagai produk akhir penelitian ini, program yang telah direvisi – dengan eliminasi topik yang tidak perlu dan penyesuaian durasi – diharapkan dapat
WIDYATAMAWIDYATAMA Selain itu, modalitas will juga digunakan secara dominan dalam pidato tersebut, sedangkan pronoma persona we merupakan pronoma persona yang paling banyakSelain itu, modalitas will juga digunakan secara dominan dalam pidato tersebut, sedangkan pronoma persona we merupakan pronoma persona yang paling banyak
WIDYATAMAWIDYATAMA Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan ini berkontribusi pada pembentukan karakter melalui kolaborasi siswa, meskipun menghadapi tantangan seperti manajemenPenelitian ini menemukan bahwa pendekatan ini berkontribusi pada pembentukan karakter melalui kolaborasi siswa, meskipun menghadapi tantangan seperti manajemen
WIDYATAMAWIDYATAMA They are 10 data of bald on-record (28. 6%), 8 data of positive politeness strategies (22. 9%), 13 data of negative politeness strategies (37. 1%) andThey are 10 data of bald on-record (28. 6%), 8 data of positive politeness strategies (22. 9%), 13 data of negative politeness strategies (37. 1%) and
Useful /
CRIACRIA Berdasarkan uraian pada bab pembahasan di atas, untuk memudahkan pemahaman, pada bab ini peneliti mengajukan beberapa kesimpulan, yaitu. Kepolisian memberikanBerdasarkan uraian pada bab pembahasan di atas, untuk memudahkan pemahaman, pada bab ini peneliti mengajukan beberapa kesimpulan, yaitu. Kepolisian memberikan
UMITRAUMITRA Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 santri yang diperoleh dengan rumus Slovin menggunakanPenelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 santri yang diperoleh dengan rumus Slovin menggunakan
UISUUISU Desain penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimen berbentuk one-group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan dataDesain penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimen berbentuk one-group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data
UISUUISU Perlakuan dilakukan dalam empat belas sesi melalui pengajaran drama King Lear karya Shakespeare. Instrumen yang digunakan meliputi tes membaca sastra danPerlakuan dilakukan dalam empat belas sesi melalui pengajaran drama King Lear karya Shakespeare. Instrumen yang digunakan meliputi tes membaca sastra dan