UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA

JAITS: JOURNAL OF APPLIED INFORMATION TECHNOLOGY SOLUTIONJAITS: JOURNAL OF APPLIED INFORMATION TECHNOLOGY SOLUTION

Efisiensi manajemen alamat IP (Internet Protocol) merupakan aspek vital dalam administrasi jaringan komputer, terutama untuk meminimalisir kesalahan konfigurasi manual dan konflik IP. Solusi utama untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif implementasi DHCP Server pada dua platform sistem operasi jaringan yang populer, yaitu MikroTik RouterOS dan Linux Ubuntu. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan perancangan, implementasi, dan pengujian layanan DHCP pada kedua platform untuk mengukur aspek kemudahan konfigurasi (usability), kehandalan, dan fleksibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua platform mampu mendistribusikan alamat IP secara dinamis dengan baik. MikroTik RouterOS terbukti lebih unggul dalam aspek kemudahan dan kecepatan konfigurasi berkat antarmuka grafis (GUI) yang ramah pengguna, menjadikannya solusi ideal untuk jaringan skala kecil hingga menengah. Sebaliknya, Linux Ubuntu menawarkan keunggulan dalam aspek fleksibilitas dan kontrol konfigurasi mendalam melalui baris perintah (CLI), yang lebih sesuai untuk kebutuhan infrastruktur server yang kompleks.

Berdasarkan hasil analisis komparatif yang telah dilakukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi DHCP Server pada platform MikroTik RouterOS dan Linux Ubuntu sama-sama mampu meningkatkan efisiensi penyediaan alamat IP secara signifikan dibandingkan metode konfigurasi statis.Namun, terdapat perbedaan karakteristik utama di antara keduanya.MikroTik RouterOS terbukti lebih unggul dari aspek kemudahan implementasi (usability) dan efisiensi waktu konfigurasi berkat antarmuka grafis (GUI) yang interaktif, sehingga lebih “ramah bagi administrator.Di sisi lain, Linux Ubuntu menunjukkan keunggulan dalam aspek fleksibilitas dan kontrol konfigurasi yang mendalam, meskipun menuntut kompetensi teknis yang lebih tinggi dalam pengoperasian baris perintah (command line).Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penggunaan MikroTik RouterOS bagi organisasi berskala kecil hingga menengah (SOHO) yang memprioritaskan kemudahan manajemen dan kecepatan deployment.Sementara itu, penggunaan Linux disarankan untuk lingkungan jaringan berskala besar atau enterprise yang membutuhkan kustomisasi fitur spesifik dan integrasi sistem yang kompleks.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi DHCP Server. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengujian keamanan implementasi DHCP pada kedua platform, khususnya terhadap serangan DHCP Starvation atau Rogue DHCP Server, untuk mengidentifikasi kerentanan dan merancang mitigasi yang efektif. Kedua, penelitian dapat mengkaji integrasi DHCP Server dengan sistem manajemen jaringan terpusat (centralized network management system) untuk mempermudah konfigurasi dan pemantauan jaringan skala besar. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan DHCPv6, versi terbaru protokol DHCP yang mendukung IPv6, untuk memastikan jaringan dapat beradaptasi dengan transisi menuju IPv6 di masa depan, serta menguji performa dan skalabilitasnya pada kedua platform.

  1. AXARPSC: Scalable ARP Snooping Using Policy-based Mirroring of Core Switches with ARP Log Contraction.... doi.org/10.2197/ipsjjip.29.198AXARPSC Scalable ARP Snooping Using Policy based Mirroring of Core Switches with ARP Log Contraction doi 10 2197 ipsjjip 29 198
  2. Virtual Local Area Network for Optimizing Network Performance using Simplified Form of Action Research... doi.org/10.30871/jaic.v9i4.10141Virtual Local Area Network for Optimizing Network Performance using Simplified Form of Action Research doi 10 30871 jaic v9i4 10141
Read online
File size363.33 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test