UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry
Englisia: Journal of Language, Education, and HumanitiesEnglisia: Journal of Language, Education, and HumanitiesPenelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa regulasi diri memainkan peran penting dalam kesuksesan akuisisi bahasa. Secara paralel, kecemasan belajar bahasa telah banyak diteliti, meskipun pengaruhnya sering dipahami melalui hubungan negatifnya dengan kemampuan regulasi diri, yang menunjukkan bahwa pembelajar yang cemas kesulitan menerapkan strategi belajar yang efektif. Namun, efek langsung dan interaktif dari dua konstruk psikologis ini terhadap prestasi belajar bahasa Inggris masih kurang dieksplorasi, terutama dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian saat ini menyelidiki sifat dan tingkat pengaruh kecemasan belajar bahasa dan regulasi diri terhadap prestasi belajar bahasa Inggris di antara pembelajar EFL Indonesia. Peserta penelitian ini adalah 151 mahasiswa tahun pertama dari tiga fakultas di Universitas Serambi Mekkah, Aceh, Indonesia, yang dipilih melalui teknik sampling kluster. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen: (1) kuesioner regulasi diri yang telah divalidasi, (2) skala kecemasan belajar bahasa Inggris yang telah divalidasi, dan (3) tes standar yang mengukur kompetensi bahasa Inggris secara umum. Analisis regresi digunakan untuk memeriksa hubungan prediktif di antara variabel-variabel ini. Temuan menunjukkan bahwa baik regulasi diri maupun kecemasan belajar bahasa tidak secara signifikan memprediksi kompetensi bahasa Inggris secara keseluruhan. Namun, regulasi diri menunjukkan kontribusi yang sedikit lebih besar terhadap prestasi bahasa Inggris daripada kecemasan belajar bahasa, meskipun tidak ada efek yang secara statistik signifikan. Terutama, kecemasan belajar bahasa secara signifikan memprediksi skor regulasi diri, menunjukkan bahwa pembelajar yang cemas mungkin kesulitan dengan kapasitas regulasi diri. Selain itu, muncul korelasi positif lemah antara kinerja membaca. Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan belajar bahasa tidak secara langsung menentukan kesuksesan atau kegagalan kompetensi; alih-alih, berfungsi sebagai prediktor signifikan dari kapasitas regulasi diri dan secara selektif mempengaruhi sub-keterampilan bahasa tertentu seperti pemahaman membaca.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa kompetensi bahasa Inggris di antara mahasiswa Aceh tidak secara signifikan diprediksi oleh kecemasan belajar bahasa atau skor regulasi diri.Peran signifikan regulasi diri dalam menentukan kompetensi bahasa yang dilaporkan dalam studi sebelumnya (Erdogan, 2017.Zahidi & Ong, 2023) tidak terbukti dalam investigasi saat ini.Diskrepansi ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pencapaian tinggi bahasa Inggris dan pencapaian tinggi regulasi diri dalam populasi sampel.Dengan skor regulasi diri rata-rata hanya 20,1 dari 60, sebagian besar peserta menunjukkan keterampilan regulasi diri yang relatif rendah.Jika data mencakup nilai yang lebih dinamis, kemungkinan mendeteksi peran signifikan regulasi diri dalam kompetensi bahasa Inggris akan lebih tinggi.Meskipun tidak signifikan, kekuatan kontribusi dari analisis mengungkapkan bahwa faktor kecemasan memiliki dampak yang lebih lemah dibandingkan dengan regulasi diri.Ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk mengatur pembelajarannya lebih penting daripada tingkat kecemasan untuk prestasi pembelajaran bahasa.Temuan ini sejalan dengan Guo & Liu (2018) dan Sari (2022), yang menekankan pentingnya kemampuan regulasi diri daripada tingkat kecemasan.Temuan ini juga mengonfirmasi laporan dari Liu (2006), Wilson (2006), Woodrow (2006), Kitano (2001), MacIntyre et al.(1997), Piechurska-Kuciel (2008), dan Szyszka (2011) mengenai peran minimal dan tidak signifikan kecemasan dalam prestasi pembelajaran bahasa.Selain itu, mengonfirmasi studi yang melaporkan peran parsial kecemasan dalam kompetensi bahasa, penelitian saat ini menemukan hubungan yang menarik dengan kekuatan signifikan sedang antara skor membaca dan kecemasan belajar bahasa.Namun, tidak seperti konteks Tiongkok di mana membaca dianggap kurang memicu kecemasan (Lu & Liu, 2015), penelitian saat ini menemukan bahwa skor membaca lebih tinggi di antara siswa yang cemas.Ini menunjukkan bahwa di antara siswa Indonesia, siswa yang cemas mungkin berfungsi secara efektif sebagai pengguna bahasa pasif.Temuan ini konsisten dengan analisis item dari kuesioner regulasi diri dan LLAS, yang mengidentifikasi partisipasi kelas aktif sebagai sumber kecemasan utama dan sekaligus area yang paling menantang untuk pengembangan regulasi diri.Akhirnya, temuan yang patut dicatat adalah korelasi positif, signifikan secara statistik antara kecemasan belajar bahasa dan tingkat regulasi diri.Berlawanan dengan studi sebelumnya yang melaporkan pengaruh negatif kecemasan pada kemampuan regulasi diri, penelitian saat ini menemukan efek yang berlawanan.Hal ini mungkin disebabkan oleh peserta yang memiliki regulasi diri dan kompetensi bahasa Inggris yang relatif rendah.Kompetensi rendah ini memang membuat perbedaan, seperti yang dilaporkan dalam studi longitudinal oleh Apridayani et al.(2023), yang menemukan efek negatif yang semakin signifikan tetapi lemah dari kecemasan pada kompetensi bahasa.Dari temuan ini, muncul potensi lain dari kecemasan.Hubungan positif, signifikan dengan keterampilan regulasi diri menyarankan bahwa kecemasan belajar bahasa berkaitan dengan emosi (Alnuzaili & Uddin, 2020).Kecemasan yang lebih tinggi mungkin menunjukkan emosi yang lebih kuat di bawahnya.Emosi yang lebih kuat, ketika diatur dengan benar, dapat menghasilkan motivasi dan determinasi yang lebih besar dibandingkan dengan emosi yang lebih lemah.Dengan kata lain, penelitian ini menyarankan bahwa siswa yang cemas juga memiliki determinasi yang lebih tinggi untuk mengatur diri.Bukti lebih lanjut yang mendukung implikasi ini diperlukan.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan belajar bahasa dan meningkatkan regulasi diri di antara pembelajar EFL Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi intervensi yang efektif, seperti pelatihan regulasi diri atau pendekatan pembelajaran yang lebih inklusif, untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan prestasi bahasa. . . 2. Memerinci pengaruh kecemasan belajar bahasa pada sub-keterampilan bahasa tertentu, seperti berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kecemasan mempengaruhi setiap sub-keterampilan dan bagaimana strategi regulasi diri dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi dalam area tersebut. . . 3. Memeriksa hubungan antara kecemasan belajar bahasa dan emosi, serta bagaimana emosi dapat mempengaruhi kemampuan regulasi diri. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah kecemasan dapat berfungsi sebagai indikator emosi dan bagaimana emosi yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan motivasi dan determinasi pembelajar. . . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana kecemasan belajar bahasa dan regulasi diri saling berkaitan dan mempengaruhi prestasi pembelajaran bahasa di antara pembelajar EFL Indonesia. Hasil penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan mendukung untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris di kalangan mahasiswa di Aceh, Indonesia.
- Examining the role of English language proficiency, language learning anxiety, and self-regulation skills... pressto.amu.edu.pl/index.php/ssllt/article/view/38280Examining the role of English language proficiency language learning anxiety and self regulation skills pressto amu edu pl index php ssllt article view 38280
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1186/s40862-018-0058-yClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1186 s40862 018 0058 y
- Self-Efficacy Beliefs and Self-Regulated Learning Strategies in Learning English as a Second Language... tpls.academypublication.com/index.php/tpls/article/view/6108Self Efficacy Beliefs and Self Regulated Learning Strategies in Learning English as a Second Language tpls academypublication index php tpls article view 6108
| File size | 453.82 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAIDUINSAID Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53% soal termasuk dalam kategori Lower Order Thinking Skills (LOTS) yang meliputi C1–C3, sementara 47% termasuk dalamHasil penelitian menunjukkan bahwa 53% soal termasuk dalam kategori Lower Order Thinking Skills (LOTS) yang meliputi C1–C3, sementara 47% termasuk dalam
UMTSUMTS Pemilihan Umum Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) merupakan cerminan nyata praktik demokrasiPemilihan Umum Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) merupakan cerminan nyata praktik demokrasi
CARAKACARAKA Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga orang tua pada anak yang kecanduan game dibagi berdasarkan dua orientasi yaitu konformitasHasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga orang tua pada anak yang kecanduan game dibagi berdasarkan dua orientasi yaitu konformitas
UMTSUMTS Artikel jurnal ini membahas sejarah dan bentuk perlindungan hukum terhadap merek sebagai HKI di era globalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajariArtikel jurnal ini membahas sejarah dan bentuk perlindungan hukum terhadap merek sebagai HKI di era globalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari
UNCMUNCM Untuk memperoleh data penelitian diberikan perlakuan (treatment), tes pemecahan masalah, dan wawancara. Subjek penelitian diambil setelah dilakukan tesUntuk memperoleh data penelitian diberikan perlakuan (treatment), tes pemecahan masalah, dan wawancara. Subjek penelitian diambil setelah dilakukan tes
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu menunjukkan manfaat positif seperti peningkatan akses informasi,Penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu menunjukkan manfaat positif seperti peningkatan akses informasi,
HKBPHKBP Selain itu, konsep-konsep matematika seperti garis lurus, garis lengkung, lingkaran, dan bentuk-bentuk poligon seperti segitiga, segiempat, bintang, hexagon,Selain itu, konsep-konsep matematika seperti garis lurus, garis lengkung, lingkaran, dan bentuk-bentuk poligon seperti segitiga, segiempat, bintang, hexagon,
STKIP JBSTKIP JB Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu diantaranya (1) bahasa Inggris bukan merupakan mata pelajaran didalam kurikulum, (2) kurangnya latihanKondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu diantaranya (1) bahasa Inggris bukan merupakan mata pelajaran didalam kurikulum, (2) kurangnya latihan
Useful /
IAINIAIN Subjek dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen (n=30) yang menerima intervensi CBT selama enam sesi, dan kelompok kontrol (n=30) yang berada dalamSubjek dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen (n=30) yang menerima intervensi CBT selama enam sesi, dan kelompok kontrol (n=30) yang berada dalam
STKIP JBSTKIP JB Telah di lakukan ABDIMAS kepada warga UMKM TAHURA Jeruk Lakarsantri Surabaya oleh tim PKM UNIYOS dengan cara bekerjasama dengan Tim Herbal Nginden SurabayaTelah di lakukan ABDIMAS kepada warga UMKM TAHURA Jeruk Lakarsantri Surabaya oleh tim PKM UNIYOS dengan cara bekerjasama dengan Tim Herbal Nginden Surabaya
STKIP JBSTKIP JB Dahulu, kampung ini merupakan daerah yang gersang dan kumuh, dengan adanya dukungan bantuan dari pemerintah kota, kampung ini mulai berbenah. DukunganDahulu, kampung ini merupakan daerah yang gersang dan kumuh, dengan adanya dukungan bantuan dari pemerintah kota, kampung ini mulai berbenah. Dukungan
UINSIUINSI Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penentuan nisbah bagi hasil atas pembiayaan mudharabah meliputi usaha nasabah, jaminan, regulasi, kebijakan bank,Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penentuan nisbah bagi hasil atas pembiayaan mudharabah meliputi usaha nasabah, jaminan, regulasi, kebijakan bank,