ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Pengawetan ekosistem mangrove sangat penting untuk menjalankan manajemen ekosistem yang berkelanjutan karena tingkat persaingan ekowisata di ekosistem mangrove semakin meningkat. Ekowisata dapat memenangkan persaingan jika memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaingnya. Pendekatan berbasis sumber daya menjadi dasar dari konsep keunggulan kompetitif ini. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method Research dengan tujuan mengidentifikasi sumber daya ekowisata Mangrove Lantebung, menganalisis studi VRIO, dan menyusun strategi keberlanjutan ekowisata. Penelitian ini menggunakan kategori VRIOL untuk mengevaluasi sumber daya dan kapabilitas. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara dan kuesioner terhadap 200 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis VRIO menjadi dasar untuk mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki. Untuk mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan, sumber daya dan kapabilitas harus memiliki atribut bernilai, langka, tidak dapat ditiru, dan terorganisir. Penelitian ini bersifat deskriptif dan kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara.

1) Sumber daya ekowisata Mangrove Lantebung terdiri atas sumber daya berwujud, tidak berwujud, dan kemampuan mengeksplorasi sumber daya yang berjumlah 17.2) Mayoritas responden menyatakan bahwa ekowisata ini bernilai tinggi, langka, tidak dapat ditiru, terorganisir dengan baik, dan tidak dapat disubstitusi oleh sumber daya alternatif.3) Analisis VRIOL menunjukkan bahwa ekowisata Mangrove Lantebung memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan, sehingga diperlukan strategi diferensiasi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran partisipasi masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan ekowisata mangrove, serta pengaruh strategi pemasaran digital terhadap jumlah pengunjung. Selain itu, perlu dilakukan analisis dampak lingkungan dari aktivitas ekowisata terhadap ekosistem mangrove. Penelitian ini juga dapat mengembangkan pendekatan baru untuk mengintegrasikan teknologi dalam manajemen ekosistem mangrove, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah dalam melindungi sumber daya alam. Saran lainnya adalah mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengunjung dan bagaimana meningkatkan kualitas layanan pariwisata berkelanjutan. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk ekowisata mangrove, serta mengevaluasi potensi ekonomi kreatif yang dihasilkan dari aktivitas ekowisata. Selain itu, perlu dilakukan studi banding antara ekowisata mangrove di Makassar dengan destinasi lain untuk mengidentifikasi best practices. Akhirnya, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara keberlanjutan ekowisata dan kearifan lokal dalam konteks pembangunan berkelanjutan.

Read online
File size329.67 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test