UMNUMN

Ultima Accounting : Jurnal Ilmu AkuntansiUltima Accounting : Jurnal Ilmu Akuntansi

Selama periode pasca pandemi 2022 hingga 2024, ketepatan waktu pelaporan keuangan mempengaruhi efisiensi pasar dan kepercayaan investor. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan empiris yang berasal dari temuan inkonsisten dalam literatur akuntansi kontemporer dengan memodelkan bagaimana audit report lag (ARL) merespons perubahan dalam financial distress, operational complexity, dan asset scale di antara perusahaan consumer cyclicals atau consumer non primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Keunikan penelitian ini terletak pada evaluasi determinan struktural dan finansial selama fase pemulihan ekonomi pasca pandemi untuk menyelesaikan perdebatan empiris yang sedang berlangsung. Dengan memproses data sekunder melalui lensa kausal kuantitatif, metode sampling purposive menerapkan kriteria spesifik termasuk status listing aktif, pelaporan keuangan yang konsisten, dan penggunaan eksklusif mata uang Rupiah. Akibatnya, sampel akhir terdiri dari 115 perusahaan yang dipilih dari populasi dasar 163, menghasilkan panel observasi perusahaan-tahun sebanyak 345. Regresi linear berganda yang dilakukan melalui Random Effect Model di EViews 14 mengungkapkan hasil yang kontras: sementara financial distress bertindak sebagai faktor signifikan untuk ARL yang lebih lama, baik ukuran perusahaan maupun kompleksitas operasi gagal menunjukkan dampak yang signifikan. Secara substansial, hal ini menunjukkan bahwa meskipun mekanisme audit komputerisasi canggih secara efisien menangani volume transaksi yang besar dan jaringan korporasi multi-tingkat, ketidakstabilan keuangan memicu verifikasi substantif yang luas dan skeptisisme auditor yang intensif. Oleh karena itu, financial distress muncul sebagai penggerak kunci ARL di domain consumer cyclicals. Untuk melindungi reputasi pasar modal dan meminimalkan asimetri informasi, perusahaan yang rentan harus memprioritaskan integrasi auditor eksternal pada tahap awal dan mengoptimalkan kontrol pelaporan keuangan internal.

Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial distress merupakan satu-satunya variabel yang terbukti memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap perpanjangan Audit Report Lag pada emiten sektor consumer cyclicals untuk periode pengamatan 2022 sampai 2024.Sebaliknya, indikator kompleksitas operasi serta ukuran perusahaan dikonfirmasi tidak memiliki andil atau pengaruh nyata terhadap durasi penyelesaian audit tersebut.Temuan ini menegaskan bahwa masalah keuangan yang serius dalam entitas bertindak sebagai katalisator utama yang memperlama linimasa rilis laporan keuangan auditan kepada publik.Pendalaman terhadap variabel financial distress menunjukkan bahwa kondisi kesulitan finansial memicu eskalasi skeptisisme profesional auditor akibat munculnya berbagai dimensi risiko pemeriksaan yang saling berkaitan.Kondisi krisis keuangan emiten secara langsung menaikkan penilaian atas risiko salah saji material akibat potensi kesalahan pencatatan, serta meningkatkan risiko estimasi akuntansi terutama pada ketidakpastian penilaian aset dan cadangan kerugian.Selain itu, aspek krisis ini mempertinggi kewaspadaan auditor terhadap risiko kecurangan laporan keuangan sebagai bentuk antisipasi atas potensi bias manajemen dalam menyajikan kinerja entitas.Konsekuensinya, auditor eksternal diwajibkan oleh standar profesional untuk menjalankan evaluasi kelangsungan usaha secara mendalam dan menyeluruh.Penambahan kuantitas sampel, perluasan prosedur pengujian substantif, serta lamanya proses rekonsiliasi data keuangan yang bermasalah inilah yang menyerap alokasi waktu lapangan jauh lebih lama, sehingga berujung pada pembengkakan durasi Audit Report Lag.Fenomena ini membuktikan bahwa masalah efisiensi waktu audit pada sektor ini murni dikendalikan oleh faktor kesehatan finansial, di mana kekuatan sistem pengendalian internal maupun besarnya aset emiten terbukti tidak mampu mereduksi waktu pemeriksaan apabila entitas sedang berada dalam zona krisis keuangan.Hasil penelitian ini memberikan sumbangan praktis yang signifikan bagi auditor, regulator, dan pihak manajemen perusahaan.Bagi auditor, temuan ini dapat digunakan sebagai panduan untuk merancang prosedur pemeriksaan sejak tahap awal serta menerapkan manajemen risiko yang lebih akurat saat berhadapan dengan klien yang menunjukkan tanda-tanda kesulitan finansial.Untuk regulator, studi ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang mendukung ketepatan waktu pelaporan keuangan di pasar modal terutama bagi klaster industri yang rentan terhadap volatilitas ekonomi.Bagi perusahaan, hasil ini menyoroti perlunya menjaga stabilitas likuiditas serta memperkuat sistem pengendalian internal pelaporan keuangan agar koordinasi data dengan auditor eksternal berlangsung lebih efisien guna mencegah konsekuensi buruk dari keterlambatan publikasi informasi akuntansi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan model yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan prediktor alternatif seperti besaran audit fees dan kompetensi spesialisasi industri yang dikuasai oleh auditor eksternal. Hal ini dapat membantu dalam memahami faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi audit report lag.. . 2. Mendiversifikasi klaster pengamatan pada sektor industri yang berbeda atau memperpanjang horizon waktu observasi. Langkah ini dapat membantu menangkap anomali fenomena audit report lag di tengah fluktuasi dinamika makroekonomi yang bervariasi, sehingga mampu menyajikan konklusi yang lebih komprehensif terkait perilaku pelaporan keuangan pada berbagai situasi pasar.. . 3. Meneliti lebih lanjut tentang dampak financial distress terhadap audit report lag dengan menggunakan nilai riil kontinu dari skor keuangan entitas. Hal ini dapat meningkatkan ketajaman analisis empiris dan menangkap variasi data secara penuh, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara financial distress dan audit report lag.

  1. Pengaruh Financial Distress, Kompleksitas Operasi dan Auditor Switching Terhadap Audit Report Lag Dengan... owner.polgan.ac.id/index.php/owner/article/view/2191Pengaruh Financial Distress Kompleksitas Operasi dan Auditor Switching Terhadap Audit Report Lag Dengan owner polgan ac index php owner article view 2191
  2. Pengaruh Agresivitas Penghindaran Pajak, Kompleksitas Operasi Perusahaan, Audit Fee, dan Financial Distress... journal.umy.ac.id/index.php/rab/article/view/18005Pengaruh Agresivitas Penghindaran Pajak Kompleksitas Operasi Perusahaan Audit Fee dan Financial Distress journal umy ac index php rab article view 18005
  3. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN SOLVABILITAS TERHADAP AUDIT REPORT LAG DENGAN REPUTASI... doi.org/10.58344/locus.v3i1.2421PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN PROFITABILITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP AUDIT REPORT LAG DENGAN REPUTASI doi 10 58344 locus v3i1 2421
  4. THE INFLUENCE OF PUBLIC ACCOUNTING FIRM SIZE, AUDIT FEE, AND COMPANY SIZE ON AUDIT QUALITY | International... doi.org/10.61990/j53p6m55THE INFLUENCE OF PUBLIC ACCOUNTING FIRM SIZE AUDIT FEE AND COMPANY SIZE ON AUDIT QUALITY International doi 10 61990 j53p6m55
Read online
File size564.62 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test