STAIDHISTAIDHI

Dharma: Jurnal Pengabdian MasyarakatDharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan tersendiri yang harus diatasi di semua wilayah, tidak terkecuali di Kabupaten Purworejo dimana volume sampah yang dihasilkan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sampah yang paling banyak dihasilkan berasal dari sampah rumah tangga. Dimana rata-rata 65 ton sampah setiap harinya diangkat ke tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Jetis yang diketahui hanya memiliki luas lahan terbatas yaitu 4,69 hektare. Di sisi lain literasi masyarakat terkait pemilahan sampah belum maksimal. Desa Karangwuluh, yang merupakan Desa di wilayah Kabupaten Purworejo masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui jenis sampah dan belum melakukan pengelolaan sampah dengan bijak dan benar. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat di Desa Karangwuluh, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo terkait jenis sampah dan metode pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Karangwuluh pada tanggal 18-19 Juni 2022. Metode yang digunakan yakni edukasi dengan presentasi dan edukasi door to door. Media yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini adalah dengan menggunakan power point dan leaflet. Hasil yang didapatkan adalah edukasi yang dilaksanakan secara keseluruhan berjalan baik dan lancar, terdapat respon positif dari masyarakat berupa timbal balik jawab seputar permasalahan pengelolaan sampah.

Kegiatan pemberian informasi dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga dengan media power point dan leaflet kepada masyarakat secara keseluruhan berjalan lancar dan baik dan Masyarakat mendapatkan informasi jenis sampah yang dihasilkan dari aktivitas rmah tangga dan informasi konsep reuse, reduce, recycle.Selajutnya dari hasil pengabdian, maka diajukan dua saran yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah Desa Karangwuluh yaitu mengadakan dua tempat sampah pada setiap lingkungan rumah agar masyarakat dapat melakukan pemilahan sampah dan melakukan aktivitas reuse, reduce, dan recycle.Membentuk kelompok pengepul sampah atau pengurus bank sampah di tingkat Desa Karangwuluh.

Untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Desa Karangwuluh, perlu dilakukan pelatihan rutin tentang teknik pemilahan sampah organik dan anorganik secara detail. Selain itu, pemerintah setempat bisa mengembangkan sistem bank sampah yang lebih inklusif dengan melibatkan seluruh warga. Penelitian lanjutan juga disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang dari penerapan konsep 3R (reuse, reduce, recycle) terhadap penurunan volume sampah di tingkat rumah tangga. Dengan tiga saran ini, diharapkan masyarakat lebih aktif dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

  1. PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KONSEP 3R DALAM MENGURANGI LIMBAH RUMAH TANGGA | Cakrawala : Jurnal... doi.org/10.33507/cakrawala.v4i2.250PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KONSEP 3R DALAM MENGURANGI LIMBAH RUMAH TANGGA Cakrawala Jurnal doi 10 33507 cakrawala v4i2 250
  2. Pelatihan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga | To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat.... doi.org/10.35914/tomaega.v2i2.238Pelatihan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga To Maega Jurnal Pengabdian Masyarakat doi 10 35914 tomaega v2i2 238
Read online
File size315.46 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test