UAJYUAJY

Working PapersWorking Papers

Penelitian ini membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menurut perspektif pedagang depan sekolah di SDN 1 Babarsari dan SDN 1 Kledokan. Kajian ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana pengetahuan pedagang, persepsi mereka terhadap manfaat program, serta kemungkinan dampak sosial ekonomi yang muncul di sekitar sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan 12 pedagang, kemudian dianalisis dengan teori komunikasi politik dan model komunikasi linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan antara pedagang di dua lokasi. Pedagang SDN 1 Babarsari relatif lebih memahami tujuan dan manfaat MBG, sedangkan pedagang SDN 1 Kledokan cenderung hanya mengetahui program secara umum. Secara ekonomi, pedagang belum merasakan dampak besar karena siswa masih membeli jajanan, terutama setelah pulang sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sosialisasi program perlu lebih inklusif, termasuk kepada pedagang sekitar sekolah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sosialisasi program perlu lebih inklusif, termasuk kepada pedagang sekitar sekolah.Program MBG memerlukan evaluasi berkala, pengawasan kualitas makanan yang lebih ketat, serta perhatian terhadap pelaku ekonomi informal di sekitar sekolah.Perbedaan pemahaman pedagang antar lokasi menunjukkan ketidakmerataan penyebaran informasi program.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang program MBG terhadap struktur ekonomi lokal, seperti perubahan pola konsumsi dan keberlanjutan usaha kecil. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam meningkatkan partisipasi pedagang dalam program ini, misalnya melalui platform komunikasi terpusat. Penelitian juga bisa mengevaluasi efektivitas kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan pelaku usaha kecil dalam menciptakan model distribusi makanan bergizi yang inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size329.5 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test