UIGMUIGM

Besaung : Jurnal Seni Desain dan BudayaBesaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya

Sampah organik rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah perkotaan di Indonesia. Meskipun memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos, praktik pengomposan di tingkat rumah tangga belum banyak dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan sarana yang praktis, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Di sisi lain, limbah banner bekas dari berbagai kegiatan promosi terus bertambah setiap tahun dan sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, material ini memiliki karakteristik yang kuat, tahan air, dan berpotensi diolah kembali menjadi produk fungsional yang bernilai guna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain kit tas kompos rumah tangga berbahan banner bekas dengan menggunakan pendekatan Human-Centered Design (HCD). Pemilihan banner bekas sebagai material utama didasarkan pada kesesuaiannya dengan kebutuhan fungsional produk sekaligus sebagai bentuk penerapan prinsip upcycling. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui tahapan inspirasi, ideasi, dan implementasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta evaluasi prototipe yang melibatkan calon pengguna rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan utama pengguna dalam memilih perangkat pengomposan rumah tangga. Selain itu, kemampuan produk dalam mengendalikan bau, kemudahan pemindahan, serta tersedianya panduan pengomposan yang jelas juga menjadi kebutuhan penting yang diungkapkan responden. Temuan penelitian menunjukkan bahwa banner bekas memiliki karakteristik material yang mampu mendukung kebutuhan tersebut sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan kembali material limbah. Penelitian ini menghasilkan kerangka perancangan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan solusi pengomposan rumah tangga yang lebih berkelanjutan, mudah diterima pengguna, dan berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dari sumbernya.

Studi ini berhasil merumuskan persyaratan desain pengguna sebagai fondasi utama dalam menciptakan kit tas kompos rumah tangga berdasarkan pendekatan Human-Centered Design (HCD).Melalui pendekatan ini, jelas bahwa kesuksesan alat komposting mandiri bukan hanya soal kecanggihan teknis, tetapi seberapa jauh produk tersebut mampu menyatu dengan kebiasaan, kekhawatiran, dan realitas ruang sehari-hari masyarakat.Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, konsep kit tas kompos dirancang sebagai sistem fisik yang kohesif dan solutif.Dalam hal struktur tas, dibuat kompak dan mudah dipindahkan sehingga ramah bagi rumah-rumah perkotaan dengan lahan minimal, memanfaatkan bahan banner bekas yang secara alami tahan terhadap air dan kelembaban.Masalah klasik seperti bau tidak sedap dan gangguan lingkungan diatasi melalui sistem ventilasi udara yang terjaga, dikombinasikan dengan penutup serangga berbasis ritsleting yang rapat untuk memutus akses lalat, lalat buah, dan tikus.Ketidaksukaan publik untuk mengaduk sampah organik diatasi melalui mekanisme pengadukan yang lebih higienis menggunakan alat bantu praktis untuk meminimalkan kontak fisik langsung.Mobilitas atau proses pemindahan tas juga menjadi lebih ringan berkat pegangan yang aman dan opsi untuk memasang roda di bagian bawah.Sementara itu, untuk panen kompos, desainer menyertakan jendela akses khusus di bagian bawah tas yang mudah dibuka dan ditutup sehingga pupuk matang dapat diekstrak dengan bersih tanpa mengotori lantai.Untuk mencegah komposting menjadi membingungkan, seluruh sistem dilengkapi dengan panduan visual komunikatif untuk pemula.Di sisi lain, eksperimen memanfaatkan banner bekas membuktikan bahwa sisa bahan promosi memiliki potensi besar untuk naik tingkat (upcycling).Namun, tantangan terbesar terletak pada persepsi publik.desain harus mampu membuktikan dan membangun kepercayaan pengguna bahwa bahan daur ulang ini aman, kuat, dan tahan lama.Akhirnya, kriteria desain yang terkunci dalam studi ini diharapkan menjadi blueprint kuat untuk fase pengembangan konsep, pembuatan prototipe, dan pengujian produk dalam penelitian selanjutnya.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:. . 1. Mengembangkan desain komposter rumah tangga yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, pengendalian bau, dan kemudahan pemindahan adalah faktor-faktor penting bagi pengguna. Oleh karena itu, desain komposter yang lebih inovatif dan terintegrasi dengan kebutuhan pengguna dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Misalnya, mengembangkan komposter dengan sistem ventilasi yang lebih baik, mekanisme pengadukan yang lebih efisien, dan fitur-fitur lain yang dapat meningkatkan kenyamanan pengguna.. . 2. Menerapkan pendekatan Human-Centered Design dalam pengembangan produk-produk pengelolaan sampah rumah tangga lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Human-Centered Design sangat efektif dalam memahami kebutuhan pengguna dan mengembangkan solusi yang sesuai. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat diterapkan dalam pengembangan produk-produk pengelolaan sampah rumah tangga lainnya, seperti tempat sampah, wadah pengomposan, atau alat-alat daur ulang. Dengan demikian, produk-produk tersebut dapat lebih ramah pengguna dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.. . 3. Menganalisis faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial dan budaya, seperti dukungan keluarga, semangat berbagi dalam komunitas, dan nilai-nilai lingkungan, mempengaruhi keputusan pengguna untuk mengompos. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis faktor-faktor sosial dan budaya ini untuk memahami lebih dalam bagaimana mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.. . Dengan menggabungkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat mengembangkan solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih berkelanjutan, ramah pengguna, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kampanye kesadaran lingkungan yang efektif dan mendorong perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

  1. Netraspoon: Inovasi sendok makan ergonomis berindikator suhu untuk mendukung kemandirian anak tunanetra... journal.isi.ac.id/index.php/PRO/article/view/17594Netraspoon Inovasi sendok makan ergonomis berindikator suhu untuk mendukung kemandirian anak tunanetra journal isi ac index php PRO article view 17594
  2. Exploration of Composting Strategies for Sustainable Organic Waste Management in Urban Environments |... doi.org/10.30955/GNJ.05970Exploration of Composting Strategies for Sustainable Organic Waste Management in Urban Environments doi 10 30955 GNJ 05970
  3. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1755-1315/780/1/012030Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1755 1315 780 1 012030
  4. Exploration of Composting Strategies for Sustainable Organic Waste Management in Urban Environments |... journal.gnest.org/publication/gnest_05970Exploration of Composting Strategies for Sustainable Organic Waste Management in Urban Environments journal gnest publication gnest 05970
Read online
File size795.82 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test