HAMZANWADIHAMZANWADI

Jurnal ElemenJurnal Elemen

Mahasiswa perlu mengembangkan keterampilan berpikir kreatif matematis karena keterampilan ini mendukung keberhasilan akademik dan terkait dengan sikap kreatif, yaitu aspek afektif yang mendorong munculnya ide-ide baru. Kenyataannya, mahasiswa kesulitan dalam menghasilkan ide-ide baru saat memecahkan masalah karena mereka terpaku pada contoh-contoh yang diberikan. Oleh karena itu, pembelajaran yang mengintegrasikan dukungan teknologi menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keterampilan berpikir kreatif matematis dalam kalkulus integral menggunakan Google Sites. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh dari mahasiswa yang mengikuti mata kuliah kalkulus integral melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan sikap kreatif tinggi dan sedang belum sepenuhnya mampu memenuhi keempat indikator keterampilan berpikir kreatif matematis. Kesalahan yang muncul didominasi oleh kesalahan konseptual yang berkembang menjadi kesalahan prosedural dan teknis. Pembelajaran berbantuan Google Sites melalui PBL mampu mendukung kolaborasi kelompok, namun belum mengoptimalkan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kreatif matematis individu. Temuan ini menyiratkan perlunya penguatan pemahaman konseptual, penyediaan kegiatan pembelajaran yang lebih interaktif, dan pelaksanaan evaluasi individual untuk mengoptimalkan pengembangan keterampilan berpikir kreatif matematis.

Keterampilan berpikir kreatif matematis mahasiswa dalam kalkulus integral menggunakan Google Sites melalui PBL belum berkembang optimal, ditandai dominasi kesalahan konseptual, prosedural, dan teknis, meskipun sikap kreatif berfungsi sebagai modal afektif yang memerlukan dukungan pemahaman konseptual.Pembelajaran berbantuan Google Sites dan PBL berhasil memfasilitasi proses berpikir kreatif di tingkat kelompok, namun belum mendorong internalisasi pemahaman pada tingkat individual.Secara teoretis, sikap kreatif tidak selalu berkorelasi langsung dengan kemampuan berpikir kreatif matematis, sehingga secara praktis disarankan untuk mengembangkan pembelajaran integral berbasis Google Sites dan PBL yang mengutamakan penguatan pemahaman konseptual, aktivitas interaktif, evaluasi individual, serta fokus pada kolaborasi dan pengembangan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam potensi teknologi dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif matematis secara individual. Pertama, bagaimana platform seperti Google Sites dapat diintegrasikan dengan alat visualisasi yang lebih interaktif dan manipulatif, seperti GeoGebra atau simulasi kustom, agar siswa dapat secara aktif menjelajahi dan memanipulasi konsep-konsep kalkulus integral yang abstrak, alih-alih hanya menonton video? Pendekatan ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman konseptual, kelancaran, dan fleksibilitas siswa dalam menemukan berbagai solusi. Kedua, perlu diteliti pengembangan sistem pembelajaran adaptif, mungkin melalui kuis bertahap dengan umpan balik otomatis yang terintegrasi di Google Sites. Sistem ini dapat mengidentifikasi pola kesalahan konseptual, prosedural, dan teknis pada setiap siswa, lalu menyediakan latihan yang ditargetkan dan bimbingan yang disesuaikan untuk mengatasi hambatan belajar individu. Dengan demikian, kemampuan orisinalitas dan elaborasi dalam penyelesaian masalah dapat terpupuk secara lebih efektif. Ketiga, mengingat temuan bahwa sikap kreatif tidak selalu berkorelasi langsung dengan kemampuan berpikir kreatif matematis, penelitian lanjutan bisa berfokus pada strategi pedagogis yang secara eksplisit menjembatani aspek afektif dan kognitif. Misalnya, investigasi tentang bagaimana intervensi yang menumbuhkan pola pikir berkembang (growth mindset) atau aktivitas pemecahan masalah kreatif yang didampingi secara terstruktur dapat mengubah sikap kreatif menjadi kinerja kreatif yang terukur dalam konteks kalkulus integral. Dengan mempertimbangkan saran-saran ini, diharapkan pengembangan pembelajaran kalkulus integral berbasis teknologi dapat lebih optimal dalam membentuk kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa secara komprehensif, tidak hanya pada tingkat kolaboratif tetapi juga pada penguasaan individu.

  1. Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif... doi.org/10.54373/imeij.v4i3.184Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif doi 10 54373 imeij v4i3 184
  2. Implementasi Metode Outdoor Learning dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama... doi.org/10.30596/jppp.v3i2.11758Implementasi Metode Outdoor Learning dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama doi 10 30596 jppp v3i2 11758
  3. Analisis Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Pembelajaran Model Problem Based Learning... jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/JFi/article/view/30934Analisis Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Pembelajaran Model Problem Based Learning jurnal unimed ac 2012 index php JFi article view 30934
  4. Misconceptions of mathematical concepts vis-à-vis how they pose as barriers to developing students’... doi.org/10.56947/gjom.v16i2.1871Misconceptions of mathematical concepts vis y vis how they pose as barriers to developing studentsAo doi 10 56947 gjom v16i2 1871
Read online
File size1.44 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test