UBBUBB

Amreta MeenaAmreta Meena

Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscogutattus) merupakan jenis ikan laut komersial yang banyak dibudidayakan untuk kegiatan pembenihan karena pertumbuhannya yang cepat dan banyak diminati. Kegiatan praktik kerja lapangan ini dilakukan selama 1 bulan dari tanggal 01 - 31 Juli 2024, di BBPBL, Lampung. Tujuan dari praktik kerja lapangan ini untuk mengetahui teknik-teknik pembenihan ikan kerapu macan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembenihan ikan kerapu macan. Tahapan pembenihan meliputi kegiatan, persiapan wadah dan pemeliharaan induk ikan kerapu macan, perendaman menggunakan air tawar pergantian jaring, pencucian jaring, pemerian pakan induk, seleksi induk ikan kerapu macan, penanganan telur, perhitungan telur, pemeliharaan larva, penebaran larva, pemberian pakan larva, mengamati pertumbuhan larva dan pengelolaan kualitas air. Pemijahan ikan kerapu macan dilakukan secara alami pada saat bulan gelap dengan induk 1:2, dari hasil pemijahan diperoleh jumlah telur 1.328.065 butir, dengan FR 87%, HR 35%, dan SR 9,8%.

Dari kegiatan pembenihan yang dilakukan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL), Lampung teknik pemijahan Ikan Kerapu Macan dilakukan secara alami menghasilkan telur sebanyak 1.065 butir, dengan FR 87%, HR 34% serta SR 9,8% dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembenihan Ikan Kerapu Macan yaitu, kualitas induk, pakan, ketersedian pakan alami, penanganan larva dan pengelolaan kualitas air.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan pakan alternatif yang lebih efektif untuk meningkatkan daya tetas dan kelangsungan hidup larva ikan kerapu macan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh variasi salinitas dan suhu air terhadap kualitas telur serta pertumbuhan larva. Penelitian juga bisa mengeksplorasi teknik pengendalian kanibalisme pada larva melalui metode pemisahan atau modifikasi lingkungan budidaya. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi benih ikan kerapu macan secara berkelanjutan. Penelitian tentang optimasi proses pemijahan alami dengan variasi rasio induk dan pengaruh bulan gelap juga perlu dikaji lebih lanjut. Selain itu, penggunaan probiotik atau bahan alami untuk meningkatkan kualitas air dan mencegah penyakit pada fase larva bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, pengembangan teknologi monitoring kualitas air secara real-time dapat membantu mengurangi risiko keracunan amonia dan meningkatkan kelangsungan hidup benih.

Read online
File size644.92 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test