BAPPENASBAPPENAS

Bappenas Working PapersBappenas Working Papers

Kabupaten Morowali merupakan salah satu contoh paling menonjol dari transformasi ekonomi berbasis hilirisasi nikel di Indonesia. Dalam kurun waktu 2011-2025, industrialisasi yang dipimpin oleh Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dan menjadikan Morowali sebagai kabupaten dengan PDRB per kapita tertinggi di Indonesia. Namun, keberhasilan ekonomi tersebut memunculkan paradoks pembangunan, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti oleh penguatan kapasitas fiskal pemerintah daerah secara proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara transformasi ekonomi, kapasitas fiskal, dan kapasitas pembangunan daerah dalam konteks industrialisasi berbasis sumber daya alam.

Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah bersifat kondisional.Pertumbuhan yang tinggi tidak menghasilkan kapasitas pembangunan yang setara apabila sistem fiskal dan kelembagaan tidak berkembang dalam kecepatan yang sama.Penelitian ini memberikan tiga kontribusi teoretis utama.mekanisme yang menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi sangat cepat dapat berlangsung bersamaan dengan melemahnya kapasitas fiskal relatif pemerintah daerah.perluasan dari literatur growth pole, fiscal federalism, dan state capacity yang menjelaskan bagaimana kesenjangan antara kebutuhan pembangunan dan kapasitas pemerintah dapat muncul di tengah keberhasilan industrialisasi.kategori analitis baru yang mendeskripsikan kawasan industri yang berhasil menciptakan nilai tambah domestik dalam skala besar, namun manfaat fiskalnya tidak terdistribusi secara proporsional di tingkat subnasional.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan rekalibrasi hubungan fiskal pusat-daerah untuk kawasan industri strategis, mengembangkan instrumen fiskal khusus untuk kawasan industri strategis, dan memperkuat kapasitas pembangunan daerah. Selain itu, diperlukan integrasi perencanaan kapasitas pembangunan sejak awal dalam setiap pengembangan kawasan industri baru. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan studi komparatif pada kawasan industri lain di Indonesia maupun negara berkembang yang mengalami industrialisasi berbasis mineral kritis, serta mengembangkan indikator kuantitatif yang lebih komprehensif untuk mengukur Development Capacity Gap pada tingkat subnasional.

  1. Are sub-Saharan African Countries Losing it on Oil and Gas Revenue Management too? Evidence from Ghana... econjournals.com/index.php/ijeep/article/view/7285Are sub Saharan African Countries Losing it on Oil and Gas Revenue Management too Evidence from Ghana econjournals index php ijeep article view 7285
  2. Open Knowledge Repository. open knowledge repository doi.org/10.1596/978-1-4648-2078-6Open Knowledge Repository open knowledge repository doi 10 1596 978 1 4648 2078 6
  3. Full article: Indonesia, nickel, and the political economy of polyalignment in the Second Cold War. full... tandfonline.com/doi/full/10.1080/01436597.2025.2465514Full article Indonesia nickel and the political economy of polyalignment in the Second Cold War full tandfonline doi full 10 1080 01436597 2025 2465514
  4. 0. pdf obj endobj xref trailer size root prev startxref eof 1s doi.org/10.3386/w53980 pdf obj endobj xref trailer size root prev startxref eof 1s doi 10 3386 w5398
Read online
File size1.47 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test