Tel-UTel-U

Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS)Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS)

Saat memasuki usia remaja, keinginan untuk mencoba dan merasakan hal-hal baru selalu ingin dilakukan, salah satunya adalah dengan memiliki pasangan atau berada pada sebuah relationship yang dalam bahasa pergaulan umum di Indonesia dikenal dengan istilah pacaran. Namun jika kalangan remaja ini tidak menjalin komunikasi interpersonal dengan baik bersama pasangannya, maka ditakutkan akan terjerumus pada kekerasan dalam hubungan atau yang dinamakan toxic relationship. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonal mahasiswa ilmu komunikasi Telkom University yang berada dalam situasi Toxic Relationship. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang terjadi pada saat mereka berada pada situasi toxic relationship berjalan dengan tidak baik. Hubungan mereka yang pada awalnya memiliki keterbukaan, empati, dukungan, adanya sikap positif yang sudah disepakati, serta adanya kesamaan atau kesetaraan yang ternyata itu tidak cukup untuk mempertahankan hubungan mereka agar tetap berada pada hubungan yang sehat.

Komunikasi interpersonal yang terjadi pada saat mereka berada pada situasi toxic relationship berjalan dengan tidak baik.Hubungan mereka yang pada awalnya memiliki keterbukaan, empati, dukungan, adanya sikap positif yang sudah disepakati, dan adanya kesamaan atau kesetaraan yang pada kenyataannya itu tidak cukup untuk mempertahankan hubungan mereka untuk tetap berada pada hubungan yang sehat.Ketika mereka berada pada situasi toxic relationship, pasangan dari para informan ini selalu tidak mampu untuk mengontrol emosinya sehingga seringkali melakukan kekerasan verbal, adanya sikap posesif, manipulatif, dan cemburu berlebihan yang berakibat semakin memburuknya komunikasi interpersonal di antara mereka.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran media digital dalam memperparah atau memperbaiki toxic relationship, misalnya dengan meneliti bagaimana penggunaan platform seperti Instagram atau WhatsApp memengaruhi komunikasi interpersonal. Selain itu, penelitian bisa fokus pada efektivitas pelatihan komunikasi untuk mencegah toxic relationship, seperti mengembangkan program edukasi yang mengajarkan keterbukaan, empati, dan kesetaraan dalam hubungan. Terakhir, penelitian juga dapat membandingkan pola toxic relationship antara mahasiswa ilmu komunikasi dan mahasiswa jurusan lain, untuk melihat apakah latar belakang pendidikan memengaruhi cara mereka berkomunikasi dalam hubungan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang akar penyebab toxic relationship dan menawarkan solusi berbasis pendidikan yang lebih inklusif.

Read online
File size305.69 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test