POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui nilai analisa usaha peternakan ayam broiler yang diberi pakan tambahan tepung daun kelor. Metode kajian menggunakan analisis usaha. Hasil perhitungan analisa usaha dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Menunjukkan hasil bahwa perlakuan P0 degan berat rata-rata 1,6 kg dengan harga jual perkilo Rp. 35.000,- sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp. 672,000,-. Adapu R/C Ratio 1,70 diatas 1 berarti usaha ini layak di kembangkan, B/C Ratio 0,70 diatas 0 berarti usaha ini menguntungkan, BEP Harga 32,000 dan BEP Produksi 11,25. Sedangkan Tingkat penerimaan petani terhadap materi pentuluhan tentang menunjukkan bahwa aspek pengetahuan meningkat sebesar 79,8 dari kriteria kurang mengetahui ke sangat mengetahui, dan untuk sikap menigkat sebesar 79,8 dari kriteria cukup setuju ke cukup setuju.

Usaha peternakan ayam broiler dengan penambahan tepung daun kelor dinilai layak dan menguntungkan, terutama jika peternak memiliki ketersediaan kelor melimpah.Kelayakan usaha ini didukung oleh nilai R/C ratio 1,70 (>1) dan B/C ratio 0,70 (>0), dengan titik impas (BEP) harga Rp 32,00 dan BEP unit 11,25, sebagaimana ditemukan pada perlakuan P0.Selain itu, penyuluhan tentang analisis usaha ayam broiler menunjukkan efektivitas tinggi, dengan peningkatan pengetahuan dan sikap responden masing-masing sebesar 79,8%, serta efektivitas penyelenggaraan sebesar 68,38%.

Penelitian lanjutan sangat esensial untuk melengkapi pemahaman kita mengenai pemanfaatan tepung daun kelor pada ayam broiler. Pertama, meskipun kajian awal menunjukkan perlakuan kontrol (P0) memiliki kelayakan finansial terbaik, perlu diselidiki lebih lanjut untuk mengidentifikasi apakah terdapat dosis optimal tepung daun kelor yang tidak hanya meningkatkan performa pertumbuhan dan efisiensi pakan ayam broiler secara signifikan, namun juga mampu menghasilkan keuntungan yang lebih baik atau setidaknya setara dengan pakan konvensional. Eksplorasi ini harus mencakup evaluasi dampak biologis yang mendalam seperti peningkatan berat badan, rasio konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup ayam, yang kemudian dianalisis kembali kelayakan ekonominya. Kedua, mengingat adopsi teknologi baru oleh petani tidak hanya didasarkan pada perhitungan ekonomi, studi lanjutan sebaiknya mengkaji secara komprehensif faktor-faktor non-ekonomi yang memengaruhi keputusan peternak dalam mengadopsi pakan tambahan tepung daun kelor. Ini bisa meliputi persepsi terhadap risiko, ketersediaan sumber daya lokal seperti tanaman kelor, kemudahan implementasi, serta pengaruh sosial dan budaya dalam komunitas peternak, yang semuanya dapat menjadi kunci sukses penyebaran inovasi. Ketiga, untuk memberikan rekomendasi yang lebih kuat, penelitian selanjutnya perlu mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan tepung daun kelor pada beberapa siklus produksi, termasuk dampaknya pada kesehatan ternak, kualitas daging yang dihasilkan, dan stabilitas finansial usaha dalam skala komersial yang lebih luas. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas model usaha peternakan ayam broiler dengan pakan tambahan inovatif ini.

Read online
File size213.28 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test