ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) memiliki pertumbuhan relatif cepat, reproduksi mudah, dan morfologi mirip lobster laut sehingga diminati konsumen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi cacing tanah dan singkong pada pertumbuhan dan moulting lobster air tawar. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Hasil menunjukkan perlakuan B (100% singkong) menghasilkan PBM tertinggi (2,33 g), SGR tertinggi (4,09%), dan PPM tertinggi (1,87 cm). Analisis varian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (P>0,05) antar perlakuan terhadap PBM, LPS, dan PPM. Survival rate tertinggi pada perlakuan B (90%) dan moulting tertinggi pada perlakuan B (10%).

Pertumbuhan bobot dan panjang lobster air tawar selama 6 minggu menunjukkan hasil baik dengan PBM 1,76-2,33 g, LPS 3,60-4,09 g, dan PPM 1,74-1,87 cm.Kandungan nutrisi pakan berbasis singkong dan cacing tanah mendukung pertumbuhan, tetapi variasinya tidak signifikan.Proses moulting terjadi 8-10 kali dan dipengaruhi kandungan kalsium pada pakan.Tingkat kelangsungan hidup mencapai 80-90%, didukung oleh kualitas pakan dan air yang optimal.Parameter kualitas air seperti oksigen terlarut (7,21-8,92 mg/L), suhu (26,2-28,9°C), dan pH (7,23-8,92) berada dalam rentang ideal untuk mendukung pertumbuhan.

1) Penelitian lanjutan perlu mengkaji optimalisasi kandungan kalsium dalam pakan untuk meningkatkan frekuensi moulting lobster air tawar. 2) Eksplorasi alternatif pakan nabati lain yang dapat dikombinasikan dengan cacing tanah untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi. 3) Studi tentang dampak jangka panjang penggunaan pakan berbasis singkong dan cacing tanah terhadap kesehatan lobster serta keberlanjutan ekosistem budidaya.

Read online
File size993.59 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test