UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya PerairanJurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, memanfaatkan potensi maritim dengan hasil tangkapan laut melimpah sebagai sumber utama pendapatan. Penelitian ini menganalisis pendapatan dan efisiensi usaha pengolahan udang, meliputi pempek, botor, dan kerupuk udang. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha pengolahan pempek udang memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,28, sedangkan botor dan kerupuk udang masing-masing memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,89. Nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha ini efisien dan layak untuk dikembangkan karena setiap pengeluaran sebesar 1 rupiah mampu menghasilkan pendapatan lebih dari 1 rupiah. Pendapatan rata-rata per produksi adalah Rp.179.026,70 untuk pempek, Rp.495.172,13 untuk botor, dan Rp.642.116,77 untuk kerupuk, dengan biaya total masing-masing sebesar Rp.630.306,63, Rp.558.161,20, dan Rp.717.883,23. Berdasarkan hasil penelitian, usaha pengolahan udang di Desa Sungsang terbukti layak secara finansial dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan udang di Desa Sungsang, yang meliputi produk pempek, botor, dan kerupuk udang, memiliki tingkat efisiensi yang baik berdasarkan nilai R/C ratio yang diperoleh.Usaha pengolahan pempek udang memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,28, sedangkan botor dan kerupuk udang masing-masing mencapai nilai R/C ratio sebesar 1,89.Nilai tersebut mengindikasikan bahwa setiap pengeluaran sebesar 1 rupiah dalam menghasilkan proses pendapatan lebih dari 1 rupiah, sehingga usaha ini tergolong efisien (R/C ratio > 1).Pendapatan rata-rata per produksi diketahui sebesar Rp.Sementara itu, total biaya produksi per proses yang mencakup biaya tetap dan biaya variable, meliputi pempek, Rp.Dengan potensi pasar yang besar terhadap produk olahan udang dan kontribusi signifikan bagi perekonomian masyarakat, pengolahan udang di Desa Sungsang dinilai layak untuk dikembangkan lebih lanjut baik dari segi skala produksi maupun diversifikasi produk.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai strategi pemasaran dan distribusi produk olahan udang di Desa Sungsang. Bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional? Apakah ada potensi untuk mengembangkan pasar ekspor produk olahan udang dari Desa Sungsang? Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada aspek keberlanjutan usaha pengolahan udang, seperti pengelolaan limbah dan dampak lingkungan. Bagaimana upaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memastikan keberlanjutan usaha pengolahan udang di Desa Sungsang? Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peluang diversifikasi produk olahan udang, seperti pengembangan produk baru atau inovasi dalam proses pengolahan. Apakah ada peluang untuk menciptakan produk olahan udang yang lebih bernilai tambah dan menarik bagi konsumen?.

Read online
File size343.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test