UNPRIUNPRI

ELT (English Language Teaching Prima Journal)ELT (English Language Teaching Prima Journal)

Pemahaman interaksi antara bahasa dan konteks situasional sangat penting dalam mengeksplorasi kedalaman makna dalam teks deskriptif. Studi ini menggali bahasa yang digunakan dalam teks deskriptif untuk menggambarkan objek, tempat, atau kejadian dengan detail hidup, memungkinkan pembaca untuk menyelam dalam pengalaman yang dijelaskan. Konteks situasional mencakup faktor seperti tujuan komunikasi, audiens, konteks sosial dan budaya, tempat dan waktu, serta pengalaman dan perspektif penulis. Artikel ini menggunakan analisis wacana untuk mengeksplorasi konteks situasional dalam teks deskriptif pidato pemimpin Tiongkok di G20 Summit pada 15 November 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada tiga dimensi: bidang wacana, peserta wacana, dan alat wacana. Artikel ini menyimpulkan bahwa bahasa dan konteks memengaruhi pembentukan, distribusi, dan interpretasi pesan dalam wacana, serta memberikan pemahaman menyeluruh tentang dinamika komunikasi dan pembentukan makna dalam masyarakat.

Analisis konteks situasional, peserta wacana, dan alat wacana dalam teks deskriptif pidato pemimpin Tiongkok di G20 Summit pada 15 November 2022 menunjukkan bahwa bidang wacana mencakup evaluasi, pernyataan, pertanyaan, ekspresi perasaan, dan pernyataan pribadi.Peserta wacana melibatkan para pemimpin negara besar, kepemimpinan Tiongkok, dan referensi terhadap individu sebagai peserta konteks yang dibahas.Alat wacana mencakup monologisme, elemen performatif, dan penggunaan bahasa lisan dan tulisan.Dengan memahami ketiga aspek ini, analis wacana dapat membaca lebih dari teks itu sendiri dan mengenali bagaimana konteks, peserta, dan alat memengaruhi pembentukan, distribusi, dan pemahaman pesan dalam wacana.Keterbatasan studi ini adalah hanya menganalisis satu teks deskriptif.Dalam penelitian masa depan, disarankan untuk menganalisis teks yang lebih beragam.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis teks deskriptif dari pidato pemimpin negara lain di forum internasional untuk membandingkan perbedaan konteks situasional dan alat wacana. Selain itu, perlu diteliti lebih jauh bagaimana monologisme dan performativitas dalam wacana politik memengaruhi persepsi audiens secara global. Terakhir, penelitian dapat menggabungkan pendekatan kuantitatif untuk mengukur frekuensi penggunaan alat wacana tertentu dalam teks deskriptif politik di berbagai budaya, sehingga memperkaya pemahaman tentang dinamika komunikasi lintas budaya.

Read online
File size310.19 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test