UPHUPH
Artes Liberales: Journal of Humanities StudiesArtes Liberales: Journal of Humanities StudiesPenelitian seni yang terkait dengan persepsi rasa kerap dianggap subyektif, demikian juga pengetahuan inderawi melalui pengalaman langsung individual kerap dianggap sebagai persepsi yang bersifat subyektif. Ketika pengertian estetika diubah oleh Baumgarten dari pengetahuan tentang persepsi-sensasi indera menjadi ide dasar tentang keindahan, estetika menginisiasi pembahasan mengenai relasi antara dua hal yang sebelumnya dibedakan secara kontras, yaitu antara dunia materi, dunia fisik, atau dunia praktek dengan dunia non materi, dunia ide atau dunia teori. Ketika kajian estetika tidak hanya bercorak filsafat dalam pengertian argumentasi individual yang subyektif tetapi juga pengetahuan ilmiah yang obyektif, terdapat nilai dialog di dalam kajian estetika, antara objek yang diterima oleh indera dengan hal yang dipikirkan; antara dunia praktek dengan dunia teori. Pergulatan antara praktek melakukan persepsi inderawi yang subyektif dengan kebutuhan dunia akademik untuk membawa estetika sebagai salah satu teori utama dalam ilmu seni ke ranah pengetahuan ilmiah yang obyektif, memunculkan pertanyaan terkait estetika fenomenologis. Estetika fenomenologis adalah nilai keindahan yang ditemukan melalui pengalaman langsung individu yang dipengaruhi oleh konteks individu sehingga bersifat subyektif. Kritik terhadap pendekatan ketika memaknai keindahan ini menuntun pada pertanyaan, bagaimana melakukan validasi dalam pendekatan estetika fenomenologis? Pertanyaan ini akan dijawab dengan melakukan studi literatur tentang estetika fenomenologis dan fenomenologi hermeneutik. Hermeneutika inilah yang membuka arah pendekatan fenomenologi dalam kajian estetika, melalui dialog intertekstualitas, sehingga karya seni mencapai level esensi makna karya seni. Pengertian intertekstualitas di sini merupakan penafsiran makna atau nilai keindahan karya seni dari apresiator dalam perbedaan ruang dan waktu. Dialog yang dilakukan ada di level esensi dari keindahan yang dikaitkan dengan eksistensi seniman dan eksistensi dari apresiator.
Pendekatan estetika fenomenologis dalam penelitian seni menekankan pengalaman langsung multi-indera untuk menghayati keindahan.Validasi dilakukan melalui dialog intertekstualitas yang menghubungkan konteks apresiator dengan esensi karya seni.Interpretasi keindahan bersifat dialogis dan kontekstual, menggambarkan hubungan antara eksistensi seniman, apresiator, dan makna karya seni.
1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan pendekatan estetika fenomenologis dalam seni virtual untuk memahami pergeseran makna dalam konteks digital. 2. Mengembangkan metode hermeneutika yang lebih kompleks untuk membandingkan interpretasi estetika antar budaya dan periode sejarah. 3. Meneliti peran konteks budaya dalam membentuk persepsi estetika, dengan fokus pada bagaimana tradisi lokal mempengaruhi interpretasi karya seni global.
| File size | 272.91 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
MAYADANIMAYADANI Luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian masyarakaat ini meliputi: (1) pengembangan pengetahuan guru dalam membuat hiasan ecoprint pada kain denganLuaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian masyarakaat ini meliputi: (1) pengembangan pengetahuan guru dalam membuat hiasan ecoprint pada kain dengan
MAYADANIMAYADANI Hak industri termasuk paten, merek dan merek dagang, desain industri, DTLST, rahasia dagang, dan perlindungan varietas tanaman. Karya seni, sastra, atauHak industri termasuk paten, merek dan merek dagang, desain industri, DTLST, rahasia dagang, dan perlindungan varietas tanaman. Karya seni, sastra, atau
169169 Dalam beberapa kasus, instrumen tidak konvensional seperti limbah industri, roda ban, dan dinamo digunakan untuk menghasilkan komposisi yang unik. PendekatanDalam beberapa kasus, instrumen tidak konvensional seperti limbah industri, roda ban, dan dinamo digunakan untuk menghasilkan komposisi yang unik. Pendekatan
Tel-UTel-U Dengan menggunakan media konvensional seperti gambar, cetak, dan patung, karya ini berhasil menciptakan ilusi studi ilmiah fiktif mengenai paus terbangDengan menggunakan media konvensional seperti gambar, cetak, dan patung, karya ini berhasil menciptakan ilusi studi ilmiah fiktif mengenai paus terbang
ISBIISBI Pertunjukan Jayalah Negeriku merupakan wilayah estetika keindahan, bahwa rasa cinta tanah air adalah tindakan estetik rasa bangga terhadap kekayaan alam,Pertunjukan Jayalah Negeriku merupakan wilayah estetika keindahan, bahwa rasa cinta tanah air adalah tindakan estetik rasa bangga terhadap kekayaan alam,
169169 Salah satu drama Korea yang merefleksikan realitas sosial Korea adalah Pachinko, yang berlatar pada tahun 1930-an ketika budaya patriarki dan status rendahSalah satu drama Korea yang merefleksikan realitas sosial Korea adalah Pachinko, yang berlatar pada tahun 1930-an ketika budaya patriarki dan status rendah
STAI TBHSTAI TBH Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis di Desa Tanjung, tepatnya di UPT SDN 002 Tanjung Koto Kampar Hulu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatifPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis di Desa Tanjung, tepatnya di UPT SDN 002 Tanjung Koto Kampar Hulu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif
MACHUNGMACHUNG Dari menganalisa inilah kita bisa menghargai seniman lokal, menghargai sebuah kreativitas, mengajarkan tetang ilmu desain komunikasi visual, dan menyediakanDari menganalisa inilah kita bisa menghargai seniman lokal, menghargai sebuah kreativitas, mengajarkan tetang ilmu desain komunikasi visual, dan menyediakan
Useful /
JIMF BIJIMF BI Makalah ini menyelidiki pengaruh keuangan Islam dan perkembangan keuangan secara keseluruhan terhadap kapasitas inovatif negara-negara mayoritas Muslim.Makalah ini menyelidiki pengaruh keuangan Islam dan perkembangan keuangan secara keseluruhan terhadap kapasitas inovatif negara-negara mayoritas Muslim.
JIMF BIJIMF BI Kami menggunakan pendekatan Regresi Kuantil dan Koherensi Gelombang. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko geopolitik tidak secara signifikan mempengaruhiKami menggunakan pendekatan Regresi Kuantil dan Koherensi Gelombang. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko geopolitik tidak secara signifikan mempengaruhi
169169 Namun, pada sesi keempat dan kelima, persentase keberhasilan menurun karena perubahan metode pembelajaran dari individual (pembelajaran demonstrasi) keNamun, pada sesi keempat dan kelima, persentase keberhasilan menurun karena perubahan metode pembelajaran dari individual (pembelajaran demonstrasi) ke
UEUUEU 175 artikel dihapus karena artikel duplikat. Dari 384 artikel hanya 40 artikel yang memenuhi syarat, namun hanya 10 artikel terpilih untuk di review karena175 artikel dihapus karena artikel duplikat. Dari 384 artikel hanya 40 artikel yang memenuhi syarat, namun hanya 10 artikel terpilih untuk di review karena